Sabtu
25 Juli 2026 | 9 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jika Menerima Ketidakadilan, Agustin Ajak Masyarakat Berani Bersuara

pdip-jatim-221024-poliana-wasbang-1

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Agustin Poliana minta masyarakat memiliki keberanian berpendapat tiap kali menerima tindakan yang sewenang-wenang. Baik dari masyarakat, penegak hukum, ataupun pemerintahan.

Ajakan itu dia lontarkan saat menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Mercure Grand Mirama Hotel, Surabaya, Minggu (23/10/2022).

Acara bertajuk ‘Persatuan Bangsa Dalam Dasar-Dasar Pancasila Mempunyai Sikap Membela Keadilan dan Kebenaran di Masyarakat’ itu diikuti warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya.

“Kita sebagai sesama warga negara harus saling menguatkan, berani menyatakan benar jika benar, pun sebaliknya. Kita dorong masyarakat yang tertindak untuk berani bersuara, dan mendapatkan perlindungan tiap kali benar namun disalahkan,” tandas Agustin.

Politisi senior PDI Perjuangan tersebut itu pun kembali mengungkapkan pentingnya memahami Pancasila, salah satunya untuk mempertebal rasa saling menghargai dan toleransi terhadap sesama masyarakat.

Sebagai mahluk sosial, tutur Agustin Poliana, sudah seyogianya masyarakat saling tolong menolong tanpa membedakan kelas sosial.

Dia juga menyampaikan, dari kasus pengalaman yang ada, sering kali ditemui adanya kurang keberpihakan dalam hal keadilan, umumnya dirasakan masyarakat kecil.

“Ketidakadilan yang mereka terima, bukan hanya dari pemerintah, saja tetapi dari tetangga kanan kirinya tidak jarang juga melakukan hal serupa,” sebutnya.

Politisi yang akrab disapa Titin ini menambahkan, makna dari keadilan tidak sebatas menerima perlakuan yang sama. Namun yang sesuatu diterima harus sama rata dan rasa.

“Sering kali masyarakat kecil tidak mendapat perlakuan yang sama di depan hukum, ataupun tidak merasa menerima kebijakan yang tepat sasaran dari pemerintah. Oleh karenanya, negara lewat masyarakat harus mampu mewujudkan keadilan dari lingkungan tetangga sekitar rumah,” tutur dia.

Di depan 100 lebih peserta sosialisasi, mantan legislator DPRD Kota Surabaya 4 periode ini berpesan kepada peserta agar meletakkan keadilan kepada siapapun di atas kepentingan pribadi.

“Masyarakat jangan sembarang memvonis, intisari gotong-royong dari Pancasila, mengharuskan kita bersatu dengan masyarakat membangun negeri. Jadi jangan mudah memvonis, tetapi telaah dulu persoalan yang ada tanpa melihat posisi atau porsi yang dimiliki. Menjadi makhluk sosial kita harus saling menguatkan,” pungkasnya. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

RedTalks 2026: Anak Muda Tuntut Substansi Ideologi, Bukan Sekadar Branding Politik

MALANG – Semangat kebangsaan bergelora di Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026). Forum RedTalks 2026 ...
SEMENTARA ITU...

Warga Sukorejo Bojonegoro Gelar Kirab Hasil Bumi untuk Peringati Haul Eyang Singonoyo

BOJONEGORO – Ribuan warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memadati jalanan ...
KABAR CABANG

Komitmen Regenerasi, DPC Nganjuk Targetkan 40 Persen Kader Muda dan Perempuan di Kepengurusan Ranting

​NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar Musyawarah Ranting (Musran) ...
HEADLINE

Suko Widodo: PDI Perjuangan Harus Jadi Kompas Anak Muda Lewat Working Ideology

Pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo meminta PDI Perjuangan menjadi kompas generasi muda melalui sekolah ...
LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Penguatan Ekonomi Kelompok Tani Hutan Lewat Bantuan Alat Produksi

BLITAR – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Erma Susanti mendorong penguatan ekonomi masyarakat di kawasan penyangga ...
KRONIK

Kegelisahan Anak Muda pada Politik, Rocky Gerung: Bukan Apatis, tapi Burnout Society

MALANG – Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, menilai kegelisahan generasi muda terhadap dinamika ...