Kamis
24 September 2026 | 4 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puncak Harkopnas ke-75, Ini Pesan Puan Maharani dan Teten Masduki

pdip-jatim-220714-harkopnas-bali-1

DENPASAR – Perkembangan dunia perekonomian secara global telah mengalami perkembangan secara cepat. Perkembangan ekonomi digital secara cepat menjadi arus dominan, oleh sebab itu Ketua DPR RI, Puan Maharani menekankan pentingnya koperasi agar bisa bertransformasi mengikuti arus perkembangan zaman.

Hal ini dia sampaikan dalam sambutannya secara virtual pada saat perayaan puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-75 yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang dinakhodai Sri Untari Bisowarno, di Prime Plaza Hotel Convention Hall, Sanur, Bali, Kamis (14/7/2022).

“Koperasi mendidik kita untuk percaya pada kekuatan sendiri. Kekuatan untuk menempa ekonomi rakyat yang lemah menjadi kuat. Untuk itu dibutuhkan gotong royong dari kita semua, untuk membuat koperasi selalu relevan dengan tantangan zaman terbaru,” ujar Puan Maharani.

Berdasarkan data dari BPS, jumlah koperasi di Indonesia pada tahun 2021 tercatat sebanyak 127 ribu. Maka Puan meminta agar gerakan koperasi dapat menjadi sebuah usaha bersama untuk bisa mewujudkan kemakmuran bersama.

Adaptif, kreatif, inovatif, dan kompetitif, sebutnya, menjadi prasyarat mutlak yang harus dimiliki oleh gerakan koperasi agar bisa berkembang di era modern.

“Semua koperasi di Indonesia harus saling bergotong-royong membuat jaringan. Saling menguatkan membangun ekosistem untuk sama-sama berkembang,” tuturnya.

“Ingat bahwa dalam gotong-royong itu tidak ada yang maju sendiri. Di dalam gotong-royong itu, ketika ada satu atau dua yang maju maka semuanya ikut dimajukan, tidak ada yang ditinggalkan,” tutur Ketua DPR RI Perempuan pertama di Indonesia tersebut.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki menuturkan bahwa semangat berkoperasi juga harus bisa disebarkan kepada generasi milenial yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan nasional.

Oleh karenanya, generasi muda perlu dibekali wawasan dan pengalaman untuk berkoperasi berbasiskan kepada nilai-nilai gotong-royong dan kekeluargaan. Disamping lembaga koperasi sendiri yang perlu memperbaharui prinsip dan model bisnis modern.

“Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan reformasi ekosistem kelembagaan koperasi. Kita akan merevisi Undang-Undang Perkoperasian agar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Teten.

Untuk saat ini, Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan agar koperasi dapat turut berpartisipasi di dalam pengembangan sektor riil.

Terutama di bidang pangan sebagai upaya pemerintah mendorong koperasi agar terlibat dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.

“Pemerintah mengembangkan koperasi petani dan nelayan. Melalui koperasi sudah meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan termasuk pendukung kemandirian pangan nasional berbasis keunggulan komoditas lokal,” terangnya.

Dia berharap, agar gerakan koperasi dapat bertransformasi dan berkembang sesuai dengan tantangan dan dinamika zaman.

Namun, tidak melupakan jati dirinya, sebagai lembaga perekonomian yang mengedepankan asas kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong-royong.

“Saya percaya dengan semangat tersebut, gerakan koperasi dapat semakin maju dan dipercaya. Dirgahayu koperasi Indonesia,” ucap Teten. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...
LEGISLATIF

Eddy Paripurna Desak Bongkar Aktor di Balik Peredaran 1.048 Ton Udang Impor

SURABAYA — Peredaran 1.048 ton udang impor yang diduga tidak sesuai peruntukan di sejumlah wilayah Jawa Timur ...