Selasa
02 Juni 2026 | 10 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Komunitas Binaan Sonny Danaparamita Bedah Buku “Hari-hari Terakhir Soekarno” dan Berbagi Sembako di 10 Desa

IMG-20220626-WA0018_copy_600x338

SITUBONDO – Semangat menyemarakkan Bulan Bung Karno Juni 2022 terus digelorakan Se-Tretanan Dhibik Situbondo (STD),  komunitas binaan Anggota DPR RI Sonny Danaparamita .

Pada pekan terakhir bulan ini, tepatnya Jumat (24/6/2022), para relawan STD menggelar dua kegiatan sekaligus. Yakni diskusi dan bedah buku berjudul Hari-hari Terakhir Soekarno, serta berbagi sembago untuk warga tidak mampu di sejumlah desa.

Diskusi dan bedah buku sebagai upaya kaderisasi yang dilakukan Sonny kepada anak-anak muda anggota STD maupun milenial di Situbondo.

Tujuannya untuk menambah wawasan terkait pemikiran dan sosok Pendiri Bangsa, Soekarno. Diskusi menghadirkan narasumber Nyoman Dharma.

Ia menyampaikan, bedah buku setidaknya untuk memberikan pencerahan bagaimana ketabahan Sukarno pada akhir masa hidupnya yang tetap menggelorakan persatuan. Meski, mendapatkan pelayanan atau perawatan kesehatan yang tidak setimpal dari pemerintah ketika itu.

“Menyedihkan. Dan hingga saat ini,  mengutip ungkapan Ramadhan KH, walaupun bintang sudah tiada, cahayanya masih tetap gemerlapan,” ujar Nyoman Dharma.

Usai acara diskusi buku, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako untuk warga tidak mampu. Acara bertajuk safari sosial dilaksanakan di sepuluh desa. Yakni Desa Kilensari, Peleyan, Wringin Anom, Alasmalang, Kukusan kendit, Kotakan, Mimbaan, Arjasa dan Agel.

Terkait dua acara tersebut, Sonny T Danaparamita mengungkapkan, pihaknya sengaja membuat banyak kegiatan khususnya pada hal-hal yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Sebab dengan begitu esensi dari perayaan Bulan Bung Karno dapat benar-benar terasa,” katanya.

Ia pun mengapresiasi semangat dari relawan STD Situbondo yang terus bergerak dengan turun langsung ke masyarakat. Sonny berharap, kegiatan sosial yang orientasinya membantu masyarakat dapat terus konsisten dilalukan oleh STD Situbondo, terutama untuk masyarakat yang ada di desa.

“Sebab desa harus dijadikan pusat pendidikan politik terkait ide, gagasan, cita-cita dan perjuangan Bung Karno. Selain sebagai pusat pendidikan politik, desa juga merupakan pusat pengorganisasian rakyat,” katanya.

Namun, Sonny mewanti-wanti,  pelaksanakan kegiatan sosial tidak hanya sekadar membagikan sembako, tetapi juga memberikan edukasi.(isa/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Gresik Awali Perayaan Bulan Bang Karno dengan Acara Diskusi Publik Bersama Mahasiswa

GRESIK – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 sekaligus mengawali rangkaian peringatan Bulan ...
KABAR CABANG

Dari Upacara ke Arena Jaranan, Cara PDIP Trenggalek Merayakan Harlah Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila di DPC PDI Perjuangan Trenggalek ditutup dengan pagelaran jaranan yang menghadirkan ...
KABAR CABANG

Yudi Meira: Sekretariat Baru PAC Sukorejo Harus Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Yudi Meira menegaskan sekretariat baru PAC Sukorejo harus menjadi pusat ...
RUANG MERAH

Menjemput Pancasila di Labirin Algoritma

Oleh Martin Rachmanto* HARI ini, 1 Juni, ingatan kita melompat kembali ke tahun 1945. Di bawah rindang pohon sukun ...
KABAR CABANG

Hari Lahir Pancasila, Ketua DPC PDIP Jombang: Rakyat adalah Kekuatan Kita

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Gelar Upacara Harlah Pancasila, Kader Diminta Bersiap Jalankan Agenda Bulan Bung Karno

NGAWI – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni idealnya tidak hanya sebatas simbolisasi semata. Bagi setiap ...