Sabtu
05 September 2026 | 12 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tangkal Radikalisme dan Intoleransi, Banteng Kota Madiun Gelar Tausiyah Kebangsaan

pdip-jatim-220420-bukber-dpc-kota-madiun-1

MADIUN – Upaya menangkal paham radikalisme dan intoleransi terus digaungkan Banteng-banteng Kota Madiun. Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, juga melalui ceramah keagamaan.

Seperti dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Madiun pada Selasa (19/4/2022). Memperingati Nuzulul Quran, DPC Kota Madiun menggelar buka puasa bersama dan Tausiyah Kebangsaan dengan menghadirkan penceramah KH Fahmi Amrullah Hadzik, pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang.

Acara ini diikuti pengurus DPC, PAC, Ranting, badan-badan dan sayap-sayap partai, serta sejumlah pengurus PCNU Kota Madiun.

Dalam tausiyahnya, KH. Fahmi Amrullah Hadzik menyampaikan pentingnya menjaga ukhuwah atau persatuan dan kesatuan.

Pasalnya, para penganut paham radikalisme dan intoleransi saat ini sudah semakin terang-terangan dalam menyebarkan ideologinya yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia.

Bahkan, sasaran mereka mayoritas adalah generasi muda. Penyebaran aliran-aliran yang berseberangan dengan Pancasila tersebut lazim dilakukan melalui media sosial.

Menurutnya, hal ini harus diwaspadai dan disikapi dengan memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terutama generasi muda agar mereka terhindar dari pengaruh buruk radikalisme dan intoleransi.

“Saat ini, radikalisme dan intoleransi sudah terang-terangan dan pengaruhnya sangat kuat, kita semuanya harus waspada,” tutur KH Fahmi Amrullah Hadzik.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini mengapresiasi apa yang dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Madiun dalam membentengi masyarakat khususnya generasi muda dari rongrongan paham radikalisme dan intoleransi.

“Terus kuatkan silaturahmi, agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh dan terjaga serta sebagai benteng dalam menangkal paham atau aliran yang berseberangan dengan Pancasila,” pesannya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Anton Kusumo mengaku sengaja menghadirkan penceramah dari Nahdlatul Ulama demi menambah ilmu keagamaan.

Selain itu, sesuai dengan yang disampaikan oleh Bung Karno bahwa negara ini berdiri karena bersatunya kaum nasionalis dengan agamis. “Ini adalah bagian dari sejarah bangsa yang tidak boleh kita lupakan,” tandasnya.

Anton berharap, melalui ajang seperti ini akan semakin menguatkan silaturahmi antara PDI Perjuangan dengan kaum Nahdliyin, khususnya di Kota Madiun.

“Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan berharap hubungan baik dengan kaum Nahdliyin semakin erat, dan juga mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat akan bahaya radikalisme dan intoleransi,” jelas Anton. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...
LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...