Senin
03 Agustus 2026 | 1 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Warga Surabaya Keluhkan Raskin Berkualitas Buruk

PDIP-Jatim-Agustin-Poliana-19062022

SURABAYA – Keluhan warga soal buruknya kualitas bantuan beras masyarakat miskin (raskin) direspons DPRD Surabaya. Akhir pekan lalu, Komisi D DPRD Surabaya minta sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, untuk menjelaskan ikhwal raskin berkualitas buruk tersebut.

Kata Ketua Komisi D Agustin Poliana, temuan raskin berkualitas jelek itu disampaikan ke anggota dewan. Penerima raskin mengeluhkan kualitas raskin kepada anggota dewan.

“Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jatah beras yang diberikan dalam program raskin 2015 kondisinya lebih parah,” ungkap Agustin Poliana yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

Menurut Titin, sapaan Agustin Poliana, setelah menerima laporan soal buruknya kualitas raskin, anggota Komisi D ada yang mengecek langsung ke lapangan. “Faktanya memang seperti itu,” ujarnya.

Titin mengaku heran, di kota sebesar Surabaya ini masih saja ada laporan soal buruknya kualitas raskin. Apalagi, kejadian seperti ini selalu berulang setiap kali pembagian raskin.

Dia yakin, banyak penerima raskin berkualitas jelek di Surabaya. Sebab dari informasi yang dia terima, banyak warga yang tidak berani lapor. Alasannya, jika kalau lapor yang bersangkutan khawatir dengan pihak kelurahan.

Warga pun terpaksa menerima raskin buruk, untuk kemudian dioplos dengan beras yang lebih layak. Apalagi saat ini harga beras masih mahal.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Pemkot Surabaya mengevaluasi raskin yang akan disebar itu sudah dinyatakan layak atau belum. “Harus dicek dulu, kalau kualitasnya jelek jangan dibagikan,” tegasnya.

Dalam hearing soal raskin pekan lalu itu, Kepala Bapemas Kota Surabaya Nanis Chairani mengatakan, pihaknya akan mencari penyebab jeleknya raskin seperti yang dikeluhkan penerima. Apakah hal itu karena beras bantuan raskin disimpan terlalu lama atau memang kualitas beras dari Bulog jelek.

“Kami saat ini sedang menelusuri kebenaran laporan tersebut dan mencari penyebab terjadinya kualitas raskin jelek,” kata Nanis.

Tahun ini, urai Nanis, penerima bantuan raskin di Surabaya mencapai sekitar 65.991 RTSPM (Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat). Jumlah tersebut sejak 2013 tidak mengalami perubahan atau kuota dari pemerintah pusat sama. Satu RTSPM menerima bantuan raskin sebanyak 15 kilogram dengan harga pembelian Rp 1.600 per kilogramnya.

Sebenarnya, tambah Nanis, standar bantuan Raskin yang telah ditetapkan pemerintah pusat yakni kelas medium. Dengan kualitas beras seperti itu dirasa sudah layak konsumsi bagi masyarakat miskin penerima bantuan. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Bangkalan Distribusikan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BANGKALAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang ...
KRONIK

HUT ke-11 Asosiasi BPD, Erma Harap Semakin Solid dan Inspiratif

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, mengucapkan selamat HUT ke-11 ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Temui Sopir Angkot Malang, Dewanti Dorong Dialog Cari Solusi Trans Jatim Koridor II

DPRD Jatim akan menemui sopir angkot Malang Raya yang menolak Trans Jatim Koridor II. Dewanti Rumpoko mendorong ...
LEGISLATIF

Anton Kusumo Minta Penilaian Desil Bansos Berdasarkan Kondisi Ekonomi Riil Keluarga

MADIUN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun, Anton Kusumo, meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme ...