Sabtu
07 November 2026 | 8 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kedepankan Musyawarah, Darmadi: Pilkades Antar Waktu Tak Kurangi Esensi Proses Demokrasi

pdip-jatim-220309-darmadi

MALANG – Sebanyak 20 desa di wilayah Kabupaten Malang segera menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) antar-waktu, yang bakal dilaksanakan pada 31 Maret 2022 mendatang

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi mengatakan pilkades kali ini tidak dilakukan secara terbuka dan menggunakan mekanisme musyawarah. Hal ini sesuai Peraturan Bupati Malang Nomor 195 Tahun 2021.

Dia menjabarkan pihak peserta musyawarah desa untuk pilkades antar-waktu adalah unsur masyarakat dengan mengirim wakilnya. Yaitu wakil tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), tokoh adat, tokoh pendidikan, perwakilan kelompok tani, perwakilan kelompok nelayan, perwakilan kelompok perajin, perwakilan kelompok perempuan, perwakilan kelompok pemerhati dan perlindungan anak, perwakilan kelompok masyarakat miskin, atau unsur masyarakat lain sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat.

“Ini akan dilaksanakan berbeda. Intinya begitu. Dengan mekanisme yang tidak seperti pilkades biasanya. Pertama, yang mendasar terkait dengan pemilihnya. Pemilihnya itu nanti tidak semua masyarakat. Maka nanti yang memilih adalah tokoh masyarakat yang ada di wilayah setempat, RT, RW dan tokoh masyarakat yang sesuai musyawarah desa,” jelas Darmadi, Rabu (9/3/2022).

Meski sifatnya perwakilan dari berbagai unsur masyarakat yang ada, Darmadi menegaskan bahwa dalam mekanisme Pilkades tersebut dinilai tetap merepresentasikan suara ataupun pendapat dari semua masyarakat di desa masing-masing.

“Tapi sebelum pemilihan, memang akan dilakukan musyawarah mufakat dulu. Kalau dengan musyawarah saja cukup, maka tidak perlu pemilihan. Kalau musyawarah tidak ada mufakat siapa yang akan menjadi kades antar-waktu, maka dilakukan pemilihan sesuai dengan Perbup itu,” terangnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tersebut juga menjelaskan, walaupun menggunakan sistem perwakilan berbagai unsur masyarakat, hal ini tidak mengurangi esensi dari proses demokrasi di desa. Menurutnya, berjalannya demokrasi tidak harus dilakukan dengan menggelar pemilihan.

“Jalannya demokrasi itu kan tidak hanya dilakukan dengan pemilihan. Intinya, harus ada musyawarah dan mufakat,” ujar Darmadi.

Sebagai informasi, perwakilan masyarakat yang akan menjadi peserta dalam musyawarah desa untuk Pilkades antar-waktu ini juga ditentukan jumlahnya berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di setiap desa. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Soekarno Run Dorong Anak Muda Berani Ambil Peran untuk Bangsa

BLITAR – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendorong generasi muda memiliki keberanian ...
KRONIK

Hasto: Pengorbanan Pahlawan Harus Diterjemahkan Jadi Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat

BLITAR – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan bahwa pengorbanan para pahlawan ...
KRONIK

Di Makam Bung Karno, Pengunjung Merawat Ingatan Sejarah untuk Generasi Muda

BLITAR – Siang beranjak sore di kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar. Satu per satu pengunjung datang, sebagian ...
SEMENTARA ITU...

Eri Targetkan Subec Jadi Destinasi Unggulan Wisata Kreatif Surabaya

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap Surabaya Urban Creative Hub (Subec) di kawasan eks Hi-Tech Mall ...
SEMENTARA ITU...

Pulung Agustanto Bagikan Sembako dan Uang Saku, Ajak Warga Sarapan Bersama

KEDIRI – Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, membagikan paket sembako dan uang saku kepada masyarakat ...
KRONIK

Soekarno Run Bidik Dampak Ekonomi, 4.200 Pelari Lintasi Situs Sejarah Bung Karno

Soekarno Run Blitar 2026 diikuti 4.200 pelari. Event ini membidik dampak ekonomi melalui UMKM, kuliner, penginapan, ...