Senin
29 Juni 2026 | 3 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasi Minim, Warga Sekitar Jembatan Kenjeran Mengadu ke Dewan

pdip jatim - sukadar sby

pdip jatim - sukadar sbySURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar minta pemerintah kota (pemkot) menyosialisasikan pembangunan Jembatan Kenjeran kepada masyarakat sekitar. Terutama menyangkut teknis pembangunan jembatan yang rencananya sepanjang 700 meter tersebut.

Menurut Sukadar, warga sekitar lokasi pembangunan Jembatan Kenjeran khawatir kena dampak proyek ini. Kekhawatiran mereka, ungkap Sukadar, sudah disampaikan ke DPRD Surabaya. “Kekhawatiran warga itu harus kami sikapi,” kata Sukadar, Selasa (14/1/2015).

Pemkot, kata Sukadar, sebenarnya sudah menyosialisasikan rencana pembangunan Jembatan Kenjeran. Namun sosialisasi itu dinilai kurang tepat sasaran, dan kebanyakan yang menerima sosialisasi bukan warga sekitar proyek jembatan.

“Keseriusan pemkot patut dipertanyakan. Masak sosialisasi tidak tepat sasaran,” ujar dia.

Seyogianya, lanjut Sukadar, Pemkot Surabaya atau pihak kontraktor pelaksana proyek Jembatan Kenjeran menjelaskan soal teknis pembangunan. Hal ini untuk mengurangi kekhawatiran warga sekitar lokasi proyek.

“Kami tidak ingin kekhawatiran warga itu menjadi persoalan di kemudian hari, sehingga menghambat pelaksanaan proyek yang ditargetkan selesai akhir Desember 2015,” kata legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Diberitakan, jembatan sepanjang 300 meter tersebut, akan menjadi penghubung antara Pantai Ria Kenjeran dengan Jalur Lingkar Luar Timur. Rencananya, jembatan yang pembangunannya dianggarkan sekitar Rp 200 miliar tersebut akan mampu menampung enam lajur kendaraan itu. Di tiap sisinya akan dilengkapi air mancur, dan di titik tengah dibuat lebih luas dengan desain membulat agar pengunjung bisa berfoto.

Menurut Wali Kota Tri Rismaharini, selain sebagai objek wisata, tujuan pembangunan jembatan juga untuk mencegah abrasi pemukiman nelayan. “Di bagian bawah jembatan akan ada akses khusus bagi nelayan untuk keluar masuk pantai,” kata Risma).

Dengan area yang semakin indah, lanjut dia, upaya untuk menjadikan daerah tersebut sebagai kampung wisata nelayan akan lebih mudah. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Berbekal Marhaenisme, Ibu Rumah Tangga Novita Hardini Konsisten di Jalan Politik

MAGETAN – Pemikiran Bung Karno menjadi pemantik sekaligus panduan bagi Novita Hardini menapak jalan politik. Dari ...
KABAR CABANG

REDTalks PAC Prajuritkulon Tuai Apresiasi, Dinilai Jadi Model Dialog Politik untuk Generasi Muda

MOJOKERTO – Pelaksanaan REDTalks menyambut Bulan Bung Karno yang digelar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajuritkulon ...
KRONIK

Rumah Aspirasi STD Tutup Bulan Bung Karno dengan Aksi Nyata untuk Rakyat Bondowoso

Rumah Aspirasi Sonny T. Danaparamita Bondowoso menutup rangkaian Bulan Bung Karno 2026 dengan menyalurkan ratusan ...
HEADLINE

Rocky Gerung: Marhaen Adalah Kita, PDIP Magetan Hidupkan Kembali Marhaenisme untuk Gen Z

MAGETAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan memilih membumikan pemikiran Bung Karno melalui ruang dialektika. ...
KRONIK

Festival Jaranan Shenterewe Tulungagung 2026, Wadah Ekspresi Seniman Muda

TULUNGAGUNG – Festival Jaranan Shenterewe 2026 yang diselenggarakan di lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, ...
KABAR CABANG

Didik Gatot Usul Penerima MBG Dievaluasi, Daerah Mapan Bisa Dialihkan ke Bantuan Pendidikan

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengusulkan evaluasi sasaran Program Makan Bergizi ...