Selasa
20 Oktober 2026 | 3 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasi Minim, Warga Sekitar Jembatan Kenjeran Mengadu ke Dewan

pdip jatim - sukadar sby

pdip jatim - sukadar sbySURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar minta pemerintah kota (pemkot) menyosialisasikan pembangunan Jembatan Kenjeran kepada masyarakat sekitar. Terutama menyangkut teknis pembangunan jembatan yang rencananya sepanjang 700 meter tersebut.

Menurut Sukadar, warga sekitar lokasi pembangunan Jembatan Kenjeran khawatir kena dampak proyek ini. Kekhawatiran mereka, ungkap Sukadar, sudah disampaikan ke DPRD Surabaya. “Kekhawatiran warga itu harus kami sikapi,” kata Sukadar, Selasa (14/1/2015).

Pemkot, kata Sukadar, sebenarnya sudah menyosialisasikan rencana pembangunan Jembatan Kenjeran. Namun sosialisasi itu dinilai kurang tepat sasaran, dan kebanyakan yang menerima sosialisasi bukan warga sekitar proyek jembatan.

“Keseriusan pemkot patut dipertanyakan. Masak sosialisasi tidak tepat sasaran,” ujar dia.

Seyogianya, lanjut Sukadar, Pemkot Surabaya atau pihak kontraktor pelaksana proyek Jembatan Kenjeran menjelaskan soal teknis pembangunan. Hal ini untuk mengurangi kekhawatiran warga sekitar lokasi proyek.

“Kami tidak ingin kekhawatiran warga itu menjadi persoalan di kemudian hari, sehingga menghambat pelaksanaan proyek yang ditargetkan selesai akhir Desember 2015,” kata legislator yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Diberitakan, jembatan sepanjang 300 meter tersebut, akan menjadi penghubung antara Pantai Ria Kenjeran dengan Jalur Lingkar Luar Timur. Rencananya, jembatan yang pembangunannya dianggarkan sekitar Rp 200 miliar tersebut akan mampu menampung enam lajur kendaraan itu. Di tiap sisinya akan dilengkapi air mancur, dan di titik tengah dibuat lebih luas dengan desain membulat agar pengunjung bisa berfoto.

Menurut Wali Kota Tri Rismaharini, selain sebagai objek wisata, tujuan pembangunan jembatan juga untuk mencegah abrasi pemukiman nelayan. “Di bagian bawah jembatan akan ada akses khusus bagi nelayan untuk keluar masuk pantai,” kata Risma).

Dengan area yang semakin indah, lanjut dia, upaya untuk menjadikan daerah tersebut sebagai kampung wisata nelayan akan lebih mudah. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...