Minggu
01 November 2026 | 12 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Selalu Jadi Ancaman Banjir, Andreas Dorong Normalisasi Hulu Sungai Brantas

pdip-jatim-211117-andreas-batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan, normalisasi Sungai Brantas tidak dapat ditunda lagi.

Sebab banjir bandang di Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bahwa kondisi bantaran Sungai Brantas akan selalu mendatangkan ancaman banjir saat musim hujan apabila tidak mendapat perhatian khusus.

Andrean mengungkapkan, di beberapa titik sungai Brantas di wilayah Kota Batu telah terjadi pemanfaatan lahan yang tidak semestinya seperti untuk lahan menanam sayuran.

Sementara karakter tanaman sayuran yang bersifat musiman sangat tidak mendukung dalam penyelamatan sungai karena rentan longsor dan banjir.

“Seharusnya di sisi sungai ditanami tanaman keras sehingga akarnya kuat menahan longsor dan daunnya akan menahan guyuran air hujan,” kata Andreas saat penyerahan bantuan material dari Program Sosial Bank Indonesia (BI) dan bantuan Sembako dari Bank Mandiri di Batu, Selasa (16/11/2021).

Legislator DPR RI dari dapil Malang Raya ini mengusulkan agar di sekitar hulu sungai dapat ditanami pohon buah-buahan atau tanaman hutan yang memiliki akar kuat dan dapat mengikat tanah.

Sehingga ketika hujan turun, tanah tidak mudah tergerus air dan longsor ke dalam sungai, yang kemudian dapat menyebabkan banjir.

Selain penyalahgunaan lahan, beber Andreas, persoalan hunian di bantaran, sampah plastik dan pencemaran merupakan sederet permasalahan di beberapa titik aliran Sungai Brantas.

“Normalisasi Sungai Brantas tidak bisa dilakukan secara cepat namun harus secara terencana dan terintegrasi oleh pihak-pihak terkait,”ujarnya.

Sebagai wakil rakyat mewakili warga Malang Raya, Andreas menyatakan akan membantu secara maksimal penanganan atau normalisasi hulu Sungai Brantas.

Sementara Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengungkapkan, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan skema penanganan untuk jangka panjang. Salah satunya dengan tidak membangun kembali rumah yang ada di bantaran sungai.

Pihaknya juga tengah menyiapkan opsi relokasi. Warga terdampak akan dibangunkan hunian atau permukiman sementara di lokasi yang jauh dari kawasan sungai.

”Lahan relokasi juga sudah kami siapkan, ada di Desa Bulukerto. Tapi titiknya masih akan kami tentukan lagi,” sebutnya.

Dewanti sepakat dengan Andreas bahwa untuk normalisasi sungai ini butuh waktu lama karena berkaitan dengan lahan pemukiman warga. ”Harus koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dengan warga,” terang Dewanti. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...