Minggu
19 Juli 2026 | 3 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Saatnya Pemerintah Perangi Mafia Pajak

pdip-jatim-220903-mukernas-bamusi-hasto-1

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyarankan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 yang saat ini disiapkan pemerintah harus mendorong perubahan fundamental terhadap politik anggaran pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sebab, Hasto menyatakan, selain mengemban misi menjadikan Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri, maka dalam perspektif kedaulatan keuangan negara pemerintah Jokowi harus memaksimalkan sumber penerimaan negara.

Di sisi lain, kata dia, juga harus merombak politik alokasi dan distribusi anggaran agar lebih berorientasi pada sektor produktif, pembangunan infrastruktur, dan memerangi berbagai bentuk penggelembungan dan kebocoran anggaran.

“Langkah yang signifikan untuk menyehatkan postur APBN adalah dengan memerangi mafia pajak,” kata Hasto di Jakarta, Jumat (26/12).

Dijelaskan Hasto, berbagai langkah bisa dilakukan. Antara lain membuat sistem perpajakan online, melakukan lelang pajak dari setiap kanwil pajak dan mengukur kinerjanya secara obyektif. Selain itu juga dengan meningkatkan tax collection ratio yang saat ini masih rendah atau sekitar 52.8 persen.

Memaksimumkan wajib pajak dari sektor strategis dan mereformasi aparatur pajak agar tahan terhadap berbagai bentuk godaan manipulasi pajak serta memberi hukuman yang seberat-beratnya bagi pelaku kejahatan perpajakan.

Dia pun menegaskan DPP PDIP memberikan dukungan sepenuhnya terhadap berbagai upaya memerangi mafia pajak tersebut.

“Pemberantasan mafia pajak sebagai pelaksanaan prinsip keadilan sosial dalam sistem perekonomian Indonesia. Karena itulah pemerintah tidak perlu ragu-ragu untuk melakukan reformasi perpajakan secara total dan menyeluruh,” ungkap Hasto.

Dia pun menyarankan pemerintah mengintegrasikan seluruh kekuatan alat negara seperti Kejaksaan, Ditjen Pajak, BPKP, Intelijen Pajak, KPK, dan penegak hukum lainnya. “Negara tidak boleh kalah terhadap para pengemplang pajak,” tegas Hasto.

PDI Perjuangan meyakini jika sektor perpajakan ini dapat dibereskan, maka negara tidak perlu mengemis untuk mendapatkan utang luar negeri. “Saatnya Indonesia bangkit dengan kekuatan sendiri,” pungkas Hasto. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Ethno Carnival, Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia

BANYUWANGI – Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Minta Inspektorat Perkuat Pengawasan, Dorong Pencegahan Penyimpangan Tata Kelola

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa inpspektorat memiliki peran strategis sebagai ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Minta Aspirasi Reses Menjadi Pijakan Utama dalam Penyusunan Kebijakan

SUMENEP – Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, meminta semua aspirasi masyarakat harus jadi pijakan utama dalam ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Latih Ratusan Petani Cara Bikin Pupuk Organik

BOJONEGORO — Upaya memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan terus digalakkan di tingkat daerah. Guna menekan ...
BERITA TERKINI

DPC Ngawi Gelar Rakor Bersama KSB PAC, Matangkan Persiapan Musran

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran Ketua, Sekretaris, ...
KABAR CABANG

Kawal Penjaringan Ketua Ranting dan Anak Ranting, PDI Perjuangan Trenggalek Kerahkan Anggota DPRD

PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek mengerahkan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD untuk mengawal penjaringan ketua ...