Kamis
24 September 2026 | 6 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maryoto Bangga, Menkop Teten Launching Pacul Merah Putih SNI Buatan Warga Tulungagung

pdip-jatim-211022-teten-tulungagung-2

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, bangga dengan pemberdayaan pelaku usaha di Kabupaten Tulungagung yang semakin berkembang.

Apalagi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Teten Masduki meluncurkan Pacul Merah Putih SNI yang diproduksi Koperasi Logam Abadi, Desa Kiping, Kecamatan Gondang di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (22/10/2021).

“Peluncuran Cangkul Merah Putih SNI (Standar Nasional Indonesia) ini merupakan bukti UMKM Tulungagung berkembang baik,” ujar Maryoto Birowo di acara peluncuran tersebut.

Menurut dia, keberhasilan warga Tulungagung dalam memproduksi Cangkul Merah Putih SNI juga tak lepas dari pembinaan yang dilakukan Kementerian Kopesai dan UKM RI. “Kami pun berterima kasih atas support yang diberikan selama ini pada UMKM Tulungagung,” tuturnya.

Selanjutnya kader PDI Perjuangan ini menyatakan keberhasilan dalam memproduksi Cangkul Merah Putih SNI itu membuktikan jika UMKM merupakan penguat ekonomi rakyat. Apalagi di saat pandemi Covid-19.

Selain itu, dia juga berbangga karena salah satu produk UMKM Tulungagung, yakni UD Karya Indonesia di Desa Waung Kecamatan Boyolangu dapat mengekspor produk fosil kayu ke Hamburg – Jerman. Terlebih ekspor produk fosil kayu tersebut dilepas pula oleh Teten Masduki bersamaan dengan launching Cangkul Merah Putih SNI.

Sementara itu, Teten Masduki mengatakan rasa syukurnya dapat melaunching produk Cangkul Merah Putih SNI di Tulungagung. Ia menyebut dengan produksi tersebut, Indonesia tidak lagi harus mendatangkan cangkul dari luar negeri. “Saat ini kita bisa swasembada cangkul tidak perlu lagi impor,” ujar Teten.

Dia mengaku ingat betul saat pertama kali menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM RI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala itu meminta jangan sampai ada lagi impor cangkul.

“Cangkul merah putih sudah dapat SNI. Kita sudah bisa swasembada cangkul, tidak perlu lagi impor. Bahan bakunya dari Krakatau Steel, dan pembiayaan dari BRI. Nanti koperasi diperkuat lagi dengan mengembangkan produk lainnya. Produk-produk tersebut diharapkan dapat mengisi market di dalam negeri,” paparnya.

Dia berharap produksi UMKM dapat diserap oleh industri nasional atau pun pemerintah daerah. “Kami ingin 40 persen belanja pemerintah daerah itu untuk belanja produk UMKM. Apalagi saat ini belanja masyarakat sedang menurun akibat Covid-19,” harap Teten. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

PDI Perjuangan Trenggalek Rutin Droping Air Bersih ke Pelosok, Sasar Warga yang Kesulitan Air

TRENGGALEK — Memasuki puncak musim kemarau, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek terus menggencarkan bantuan air ...
KRONIK

Turun Langsung ke Rubaru, Ketua TP PKK Sumenep Tekankan Pencegahan Stunting

SUMENEP – Upaya percepatan penurunan angka tengkes (stunting) di Kabupaten Sumenep terus digencarkan melalui ...
KRONIK

Pimpin Rakor Stunting, Bupati Lukman: Data Harus Selaras dengan Kondisi Faktual Lapangan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan data yang ...
KRONIK

Pasar Banyuwangi mulai Diserahterimakan, Bupati Ipuk Turun Tangan Dengar Keluhan Pedagang

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek penyerahterimaan lapak untuk pedagang di Pasar ...
BERITA TERKINI

Sri Untari Dorong Lintas Sektor Cegah Kenakalan Remaja, Guru BK Disiapkan Wadah Aman

MALANG — Pencegahan kenakalan remaja dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Anggota Komisi E DPRD Jawa ...
BERITA TERKINI

557.868 Ton Pupuk Bersubsidi Belum Tersalur, Renny Dorong Pengawasan dengan Lima Ukuran

SURABAYA — Sebanyak 557.868,9 ton atau 26,36 persen pupuk bersubsidi dari total alokasi 2.115.951 ton di Jawa Timur ...