Jumat
19 Juni 2026 | 6 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maryoto Bangga, Menkop Teten Launching Pacul Merah Putih SNI Buatan Warga Tulungagung

pdip-jatim-211022-teten-tulungagung-2

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, bangga dengan pemberdayaan pelaku usaha di Kabupaten Tulungagung yang semakin berkembang.

Apalagi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Teten Masduki meluncurkan Pacul Merah Putih SNI yang diproduksi Koperasi Logam Abadi, Desa Kiping, Kecamatan Gondang di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (22/10/2021).

“Peluncuran Cangkul Merah Putih SNI (Standar Nasional Indonesia) ini merupakan bukti UMKM Tulungagung berkembang baik,” ujar Maryoto Birowo di acara peluncuran tersebut.

Menurut dia, keberhasilan warga Tulungagung dalam memproduksi Cangkul Merah Putih SNI juga tak lepas dari pembinaan yang dilakukan Kementerian Kopesai dan UKM RI. “Kami pun berterima kasih atas support yang diberikan selama ini pada UMKM Tulungagung,” tuturnya.

Selanjutnya kader PDI Perjuangan ini menyatakan keberhasilan dalam memproduksi Cangkul Merah Putih SNI itu membuktikan jika UMKM merupakan penguat ekonomi rakyat. Apalagi di saat pandemi Covid-19.

Selain itu, dia juga berbangga karena salah satu produk UMKM Tulungagung, yakni UD Karya Indonesia di Desa Waung Kecamatan Boyolangu dapat mengekspor produk fosil kayu ke Hamburg – Jerman. Terlebih ekspor produk fosil kayu tersebut dilepas pula oleh Teten Masduki bersamaan dengan launching Cangkul Merah Putih SNI.

Sementara itu, Teten Masduki mengatakan rasa syukurnya dapat melaunching produk Cangkul Merah Putih SNI di Tulungagung. Ia menyebut dengan produksi tersebut, Indonesia tidak lagi harus mendatangkan cangkul dari luar negeri. “Saat ini kita bisa swasembada cangkul tidak perlu lagi impor,” ujar Teten.

Dia mengaku ingat betul saat pertama kali menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM RI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kala itu meminta jangan sampai ada lagi impor cangkul.

“Cangkul merah putih sudah dapat SNI. Kita sudah bisa swasembada cangkul, tidak perlu lagi impor. Bahan bakunya dari Krakatau Steel, dan pembiayaan dari BRI. Nanti koperasi diperkuat lagi dengan mengembangkan produk lainnya. Produk-produk tersebut diharapkan dapat mengisi market di dalam negeri,” paparnya.

Dia berharap produksi UMKM dapat diserap oleh industri nasional atau pun pemerintah daerah. “Kami ingin 40 persen belanja pemerintah daerah itu untuk belanja produk UMKM. Apalagi saat ini belanja masyarakat sedang menurun akibat Covid-19,” harap Teten. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Komisi E DPRD Jatim Desak Pemprov Perjuangkan DAU, THR dan Gaji ke-13 Guru Belum Lunas

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari mendesak Pemprov Jatim lebih agresif memperjuangkan tambahan DAU dari ...
MILANGKORI

Rijanto: Tradisi dan UMKM Harus Berjalan Beriringan untuk Perkuat Ekonomi Warga

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan pelestarian tradisi harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan ...
KRONIK

Kabar Duka: Dokter Relawan Itu Berpulang

SIDOARJO – Keluarga besar PDI Perjuangan diselimuti duka mendalam atas berpulangnya dokter Rismala Fitria Dewi pada ...
SEMENTARA ITU...

Saat Ribuan Warga Berkumpul di Pantai Serang, Merawat Tradisi dan Menjaga Harapan

Ribuan warga memadati Pantai Serang, Blitar, untuk mengikuti tradisi Larung Sesaji menyambut 1 Suro. Tradisi ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...