Jumat
30 Oktober 2026 | 4 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dalam 5 Tahun, Jokowi akan Bangun 49 Bendungan

pdip jatim - jokowi JK - gubernur - istana bogor

pdip jatim - jokowi JK - gubernur - istana bogorJAKARTA – Presiden Joko Widodo ingin kualitas pertanian Indonesia meningkat. Salah satunya caranya dengan membangun puluhan bendungan dalam lima tahun ke depan.

“Kami ingin selama lima tahun bangun 30 bendungan. Tapi baru setengah (gubernur yang bicara), semuanya ingin bendungan. Sehingga sekarang akhirnya kita putuskan jadi 49 bendungan,” ucap Jokowi, Senin (24/11/2014).

Hal ini disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela bertemu dengan para gubernur se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Jokowi, para gubernur yang hadir menyambut baik rencana pembangunan bendungan itu. Bahkan Jokowi baru meminta pendapat setengah peserta, semua yang hadir sudah menyetujui rencana itu.

Di pertemuan itu Jokowi juga melakukan sikronisasi antara program pusat dengan keinginan daerah. Menurutnya pertemuan semacam ini akan rutin dilakukan, bisa bulanan atau mingguan.

“Supaya bisa saling sinkron antara program pusat dan juga keinginanan dari daerah dan bisa nyambung,” ujar Jokowi.

Pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terutama yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pertanian. Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan bendungan yang masuk dalam program Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (Pera-PU).

Kemenpera-PU merencanakan pembangunan 11 bendungan pada tahun 2015. Dari 11 bendungan tersebut, 5 di antaranya akan mulai pencanangan atau groundbreaking pada awal 2015. Adapun lokasi di antaranya berada di Kerto-Aceh, Karian-Banten, Logung-Kudus, Laknamo-NTT, Lolak-Sulawesi Utara.

Keberadaan bendungan memang sangat diperlukan oleh petani di seluruh Indonesia untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Tanpa infrastruktur bendungan, para petani sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Akibatnya, produksi petani akan terganggu dan harga komoditi pertanian juga akan meroket manakala terjadi bencana kekeringan. (Detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...
SEMENTARA ITU...

Lepas 10 Atlet Sambo Bojonegoro ke Kejurprov Jatim 2026, Pembina Incar Tiket Porprov dan PON

BOJONEGORO – Sebanyak 10 atlet olahraga beladiri Sambo asal Kabupaten Bojonegoro resmi diberangkatkan untuk berlaga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Salurkan 4.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sengon Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga Desa ...
LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...