Jumat
17 April 2026 | 6 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dalam 5 Tahun, Jokowi akan Bangun 49 Bendungan

pdip jatim - jokowi JK - gubernur - istana bogor

pdip jatim - jokowi JK - gubernur - istana bogorJAKARTA – Presiden Joko Widodo ingin kualitas pertanian Indonesia meningkat. Salah satunya caranya dengan membangun puluhan bendungan dalam lima tahun ke depan.

“Kami ingin selama lima tahun bangun 30 bendungan. Tapi baru setengah (gubernur yang bicara), semuanya ingin bendungan. Sehingga sekarang akhirnya kita putuskan jadi 49 bendungan,” ucap Jokowi, Senin (24/11/2014).

Hal ini disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela bertemu dengan para gubernur se-Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Jokowi, para gubernur yang hadir menyambut baik rencana pembangunan bendungan itu. Bahkan Jokowi baru meminta pendapat setengah peserta, semua yang hadir sudah menyetujui rencana itu.

Di pertemuan itu Jokowi juga melakukan sikronisasi antara program pusat dengan keinginan daerah. Menurutnya pertemuan semacam ini akan rutin dilakukan, bisa bulanan atau mingguan.

“Supaya bisa saling sinkron antara program pusat dan juga keinginanan dari daerah dan bisa nyambung,” ujar Jokowi.

Pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terutama yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pertanian. Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan bendungan yang masuk dalam program Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (Pera-PU).

Kemenpera-PU merencanakan pembangunan 11 bendungan pada tahun 2015. Dari 11 bendungan tersebut, 5 di antaranya akan mulai pencanangan atau groundbreaking pada awal 2015. Adapun lokasi di antaranya berada di Kerto-Aceh, Karian-Banten, Logung-Kudus, Laknamo-NTT, Lolak-Sulawesi Utara.

Keberadaan bendungan memang sangat diperlukan oleh petani di seluruh Indonesia untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Tanpa infrastruktur bendungan, para petani sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Akibatnya, produksi petani akan terganggu dan harga komoditi pertanian juga akan meroket manakala terjadi bencana kekeringan. (Detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...