Minggu
06 September 2026 | 4 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

25,9 % Masyarakat Indonesia Dukung PDI Perjuangan

pdip-jatim-bendera-partai-301220-2

JAKARTA – Dua tahun usai gelaran Pemilu 2019, dukungan masyarakat kepada PDI Perjuangan tercatat masih tertinggi ketimbang partai politik lainnya di republik ini. Hasil penelitian lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan PDI Perjuangan memperoleh dukungan terbanyak yakni 25,9 persen.

Survei nasional SMRC terhadap arah dukungan warga usai 2 tahun Pemilu 2019 itu dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Survei melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka dengan margin of error penelitian ± 3,05%.

SMRC memberikan pertanyaan terhadap responden ‘Jika pemilihan anggota Dewan perwakilan Rakyat (DPR) diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih?’.

Hasil survei menunjukkan PDI Perjuangan memperoleh dukungan 25,9%. Parpol lainnya yang menyusul adalah Gerindra sebanyak 10,9% dan Golkar 10,7%.

“Jika pemilu diadakan sekarang PDIP mendapat dukungan terbesar 25,9%. Disusul Gerindra 10,9%, Golkar 10,7%, PKB 9,7%, Demokrat 6,6%, PKS 4,6%, dan NasDem 3,7%. Sementara partai-partai lain di bawah 3% dan yang belum tahu 20,2%,” beber peneliti SMRC Saidiman Ahmad dalam rilis survei SMRC, Minggu (13/6/2021).

Saidiman mengatakan pada survei ini terdapat 5 klaster partai politik. Merujuk pada tingkat dukungan pemilih nasional, PDI Perjuangan masih teratas dan berada di klaster pertama.

“Pada pemilu 2019 PDIP mendapat 19,3% suara, tidak berbeda jauh dari hasil 2014. Pada survei terakhir, PDIP dipilih 25,9%. Kalau dilihat tren survei sebelum pemilu sejak 2014 survei merekam PDIP selalu di atas perolehan hasil pemilu,” sebutnya.

Setelah PDIP, klaster selanjutnya diisi oleh Gerindra dan Golkar yang bersaing ketat sejak Pemilu 2019. Bahkan di survei terakhir ini meraup hasil survei yang hanya berbeda 0,2%.

Klaster ketiga diisi partai-partai yang memperoleh suara 4-9%, yaitu PKB, Demokrat, dan PKS. Klaster keempat diisi oleh partai yang kurang stabil untuk lolos ambang batas parlemen yakni Nasdem, PAN dan PPP.

Terakhir, klaster lima diisi oleh partai non-parlementer yang belum terlihat mengalami kemajuan. “Masih ada waktu 2,5 tahun untuk mengubah peta kekuatan partai di atas,” ujarnya.

Berikut ini rinciannya hasils survei SMRC partai politik dan calon presiden: Sikap pemilih pasca-2 tahun Pemilu 2019:

1. PDIP 25,9%

2. Gerindra 10,9%

3. Golkar 10,7%

4. PKB 9,7%

5. Demokrat 6,6%

6. PKS 4,6%

7. NasDem 3,7%

8. PPP 2,6%

9. PAN 1,8%

10. Perindo 1,0% (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...