Sabtu
02 Mei 2026 | 10 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Desa, Legislator Banteng DPRD Jatim Minta Peran BUMDes Dimaksimalkan

IMG-20210605-WA0015_copy_1200x676

KABUPATEN PROBOLINGGO – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Daniel Rohi menyebut perlu ada evaluasi terhadap Bantuan Sosial Pangan (BSP) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sebab, penyerapan gabah milik petani mestinya diperhatikan dari sisi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Hal itu disampaikan Rohi, legislator Banteng saat mengunjungi Desa Maron Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolingg pada Jumat, (4/6/2021).

Kunjungan bersama DPC setempat itu sebagai bentuk implementasi atas instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait pengembangan potensi desa.

“Usai rakercab, kami sempatkan mengunjungi Desa Maron Kulon. Sebab, ini salah satu desa percontohan sesuai dengan instruksi DPP dalam memperingati Bulan Bung Karno yang bertemakan Desa Maju Negara Kuat dan Berdaulat,” jelas Daniel Rohi.

Ia menilai, potensi desa di Maron Kulon begitu besar.  Baik pelayanan, Bumdes, maupun keterbukaan informasi. Sehingga bisa menjadi bahan pada rakernas nanti.

“Ketika dialog tadi, ada hal yang dikeluhkan yakni terkait Bantuan Sosial Pangan. Disitu ada peran Bumdes, yang punya usaha selep gabah. Namun sayang, hasil gabahnya tidak diserap karena diharuskan beli ke Bulog,” ucapnya.

Daniel Rohi pun mendorong agar Bumdes diperhatikan sehingga tidak melulu mengambil stok di Bulog. Sehingga para petani lokal bisa lebih meningkat kesejahteraannya.

“Beras petani lokal ini tidak kalah saing, cuma mereka kan sedikit terkendala alat. Ini coba saya konsultasikan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Jatim, agar ada bantuan bagi bumdes,” tutup Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Sementara itu, Kepala Desa Maron Kulon, Hasan Basri berharap, keluhan tersebut bisa ditindak lanjuti. Sebab, potensi di desanya memang lebih kepada pertanian. Terlebih lagi Bumdesnya memiliki usaha penggilingan gabah.

“Semoga ada titik terang, disamping potensi pertanian  begitu besar, kami juga melakukan upaya inovasi desa seperti pelayanan 24 jam, keterbukaan informasi,  termasuk unit usaha lainnya dalam Bumdes seperti dagang dan peternakan,” jelasnya. (drw/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...
KRONIK

May Day di DPRD Jatim, Yordan Tegaskan Tuntutan Buruh Akan Diteruskan ke Pusat

Aksi May Day di DPRD Jatim, Yordan Batara-Goa pastikan tuntutan buruh soal outsourcing, upah, dan PHK diteruskan ke ...
KRONIK

Ini, Kunci Sukses Bupati Ipuk Dorong Anak Muda Banyuwangi Berkreasi di Pertanian

BANYUWANGI – Sejak menjabat sebagai Bupati Banyuwangi, salah satu program prioritas Ipuk Fiestiandani adalah sektor ...