Selasa
11 Agustus 2026 | 11 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi DPRD Lamongan Sayangkan Ketidakjelasan Jawaban Bupati Seputar Pertanggungjawaban APBD 2020

pdip-jatim-lamongan-darwoto-300421-a

LAMONGAN – Fraksi PDI Perjuangan menyayangkan ketidakjelasan jawaban Bupati seperti disampaikan dalam rapat paripurna perihal pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020 di gedung DPRD, Jumat (4/6/2021).

Padahal, Fraksi PDI Perjuangan telah mengingatkan bupati untuk mengedepankan prinsip transparansi dalam pengelolaan anggaran seperti menjadi sikap resmi fraksi Banteng pada paripurna sebelumnya.

Menurut Wakil Ketua DPRD, H Darwoto, ada beberapa pertanyaan dari Fraksi PDI Perjuangan tidak mendapatkan jawaban yang gamblang dari bupati. Soal pertumbuhan ekonomi tahun 2020 umpamanya, tidak ada jawaban yang jelas, hanya berdalih akibat pandemi.

“Berikutnya, anggaran untuk penanganan Covid-19. Itu dibuat apa saja, ini juga kan kita perlu tahu karena berkaitan fungsi kami untuk pengawasan penggunaan anggaran. Selama ini kami rasa pihak eksekutif tidak transparan kepada kami sebagai wakil rakyat,” terang H Darwoto.

Selain itu, lanjut Darwoto, pihaknya juga menyoal rendahnya realisasi belanja tak terduga. Termasuk halnya permintaan fraksi kepada eksekutif terkait laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari BPK.

Fraksi PDI Perjuangan, kata Darwoto, sebetulnya mengapresiasi raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang didapat Pemkab Lamongan. Sayangnya, eksekutif tidak memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut sesuai permintaan fraksi.

“Sekali lagi kami tegaskan, sikap fraksi PDI Perjuangan sangat menyayangkan ini. Karena LHP itu adalah landasan atau pijakan sebelum membahas lebih jauh ke anggaran dan juga agar bisa menilai kinerja pemerintahan selama ini,” tandas Darwoto.

Tidak saja Darwoto yang menyayangkan ketidakjelasan jawaban bupati. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Ratna Mutia Marhaeni pun senada. Padahal, saat paripurna pandangan umum Fraksi, Senin (31/5/21), PDI Perjuangan sudah mengingatkan kepada Bupati bahwa pengelolaan keuangan daerah hendaknya mencerminkan tiga prinsip dasar.

“Transparansi, akuntabilitas dan efisiensi dalam semua tahapannya. Baik pada saat perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun pertanggungjawabannya,” kata Ratna Mutia Marhaeni. 

Ratna juga mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah dokumen perencanaan pembangunan dan pelayanan yang paling konkrit dalam menunjukkan prioritas dan arah kebijakan Pemerintah Daerah dalam satu tahun anggaran. 

“Dari APBD akan sangat mudah dikenali, apakah Pemerintah Kabupaten Lamongan masih berorientasi kepada dirinya sendiri dalam hal ini birokrasi, atau sudah mengarah kepada kebutuhan publik. Walaupun selanjutnya rakyat masih akan bertanya, kepada kelompok mana pemerintah berpihak, dan untuk kegiatan apa pemerintah bertindak,” pungkas Ratna. (ak/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...