Jumat
17 April 2026 | 8 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

ISI Surakarta Siap Bermitra dan Kembangkan Musik Tongling Wonomulyo

pdip-jatim-magetan-030621-tongling

MAGETAN – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bakal menjalin kemitraan dengan kelompok seni Tongling Dusun Wonomulyo Desa Genilangit Kecamatan Poncol. Kesenian Tongling tak sekadar bermusik dengan peralatan kentong dan suling. Lebih dari itu, kesenian ini mencerminkan toleransi beragama di wilayah tersebut.

Rencana pengembangan musik Tongling terungkap pasca kunjungan pihak ISI Surakarta atau Solo seperti disampaikan salah seorang dosen kampus tersebut, Darno SSen MSn. Menurut dia, kunjungan pihaknya dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, rencananya, ISI Solo akan bermitra dengan kelompok kesenian Tongling untuk pengembangan seni tradisional ini,” kata Darno.

Menurut dia, kampus ISI Surakarta sudah bekerjasama dengan Pemda Magetan untuk memajukan seni dan budaya di Kabupaten Magetan. Salah satu proyek kerjasama yakni dengan Sanggar Seni Tongling Pringgowulung. Nantinya, akan diadakan semacam workshop mulai dari pembuatan hingga meng-aransemen musik Tongling, sehingga karakter musiknya betul-betul khas.

Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Winarto, mengatakan, musik Tongling merupakan salah satu media memupuk toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarkat.

“Selain berciri khas khusus, Tongling juga terbukti sarana toleransi beragama,” kata Winarto, Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Kamis (3/6/2021).

Kelompok musik yang dibina langsung oleh Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa, adalah sekumpulan seniman yang menggunakan Kentong dan Suling sebagai sarana bermusik. Alat ini berbahan baku bambu yang banyak tumbuh di wilayah setempat.

Keberagaman di Wonomulyo tercermin dari warganya, juga para pemain Tongling yang beragama Islam dan Budha. Sehingga musik ini sebagai salah satu penjaga kebersamaan dalam kebhinnekaan.

“Saat ini musik Tongling bisa menjadi media anak muda, khususnya di Dusun Wonomulyo. Yakni sebagai sarana kerjasama antar umat beragama baik itu umat Islam maupun umat Buddha,” terangnya.

Sikap toleransi ditunjukan baik saat pertunjukan maupun saat latihan, hidup rukun berdampingan dalam keseharian. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...