Jumat
18 September 2026 | 11 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

ISI Surakarta Siap Bermitra dan Kembangkan Musik Tongling Wonomulyo

pdip-jatim-magetan-030621-tongling

MAGETAN – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bakal menjalin kemitraan dengan kelompok seni Tongling Dusun Wonomulyo Desa Genilangit Kecamatan Poncol. Kesenian Tongling tak sekadar bermusik dengan peralatan kentong dan suling. Lebih dari itu, kesenian ini mencerminkan toleransi beragama di wilayah tersebut.

Rencana pengembangan musik Tongling terungkap pasca kunjungan pihak ISI Surakarta atau Solo seperti disampaikan salah seorang dosen kampus tersebut, Darno SSen MSn. Menurut dia, kunjungan pihaknya dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, rencananya, ISI Solo akan bermitra dengan kelompok kesenian Tongling untuk pengembangan seni tradisional ini,” kata Darno.

Menurut dia, kampus ISI Surakarta sudah bekerjasama dengan Pemda Magetan untuk memajukan seni dan budaya di Kabupaten Magetan. Salah satu proyek kerjasama yakni dengan Sanggar Seni Tongling Pringgowulung. Nantinya, akan diadakan semacam workshop mulai dari pembuatan hingga meng-aransemen musik Tongling, sehingga karakter musiknya betul-betul khas.

Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Winarto, mengatakan, musik Tongling merupakan salah satu media memupuk toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarkat.

“Selain berciri khas khusus, Tongling juga terbukti sarana toleransi beragama,” kata Winarto, Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Kamis (3/6/2021).

Kelompok musik yang dibina langsung oleh Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa, adalah sekumpulan seniman yang menggunakan Kentong dan Suling sebagai sarana bermusik. Alat ini berbahan baku bambu yang banyak tumbuh di wilayah setempat.

Keberagaman di Wonomulyo tercermin dari warganya, juga para pemain Tongling yang beragama Islam dan Budha. Sehingga musik ini sebagai salah satu penjaga kebersamaan dalam kebhinnekaan.

“Saat ini musik Tongling bisa menjadi media anak muda, khususnya di Dusun Wonomulyo. Yakni sebagai sarana kerjasama antar umat beragama baik itu umat Islam maupun umat Buddha,” terangnya.

Sikap toleransi ditunjukan baik saat pertunjukan maupun saat latihan, hidup rukun berdampingan dalam keseharian. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Pementasan Teater Puchi Mari Mari di Magetan, Ajang Pertukaran Budaya Indonesia – Jepang

MAGETAN — Kelompok teater asal Jepang, Puchi Mari Mari, menggelar pertunjukan seni di Halaman Perpustakaan Dbuku, ...
HEADLINE

Said Abdullah: Soekarno Run Jangan Berhenti Jadi Kompetisi Lari

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah ingin Soekarno Run BWX di Banyuwangi tidak berhenti ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Penerima Bansos Tak Lagi Semata Mengacu Desil, Muskel Jadi Penentu Prioritas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan penentuan penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Surabaya ...
EKSEKUTIF

P-APBD 2026 Kabupaten Malang Disepakati, Sanusi Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama DPRD Kabupaten Malang menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
LEGISLATIF

95 Persen Peternak di Lamongan Tak Punya Legalitas, Terkendala Rumitnya Perizinan PBG

LAMONGAN – Berbagai aturan justeru menyulitkan peternak dalam mengakses program pemerintah hingga akses perbankan. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tak Ingin Bantuan Intan Berhenti di Bansos, Dorong Usaha Menjahit

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin bantuan kepada Intan, ibu yang menjadi tulang punggung keluarga ...