Kamis
18 Juni 2026 | 11 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

ISI Surakarta Siap Bermitra dan Kembangkan Musik Tongling Wonomulyo

pdip-jatim-magetan-030621-tongling

MAGETAN – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta bakal menjalin kemitraan dengan kelompok seni Tongling Dusun Wonomulyo Desa Genilangit Kecamatan Poncol. Kesenian Tongling tak sekadar bermusik dengan peralatan kentong dan suling. Lebih dari itu, kesenian ini mencerminkan toleransi beragama di wilayah tersebut.

Rencana pengembangan musik Tongling terungkap pasca kunjungan pihak ISI Surakarta atau Solo seperti disampaikan salah seorang dosen kampus tersebut, Darno SSen MSn. Menurut dia, kunjungan pihaknya dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat.

“Jadi, rencananya, ISI Solo akan bermitra dengan kelompok kesenian Tongling untuk pengembangan seni tradisional ini,” kata Darno.

Menurut dia, kampus ISI Surakarta sudah bekerjasama dengan Pemda Magetan untuk memajukan seni dan budaya di Kabupaten Magetan. Salah satu proyek kerjasama yakni dengan Sanggar Seni Tongling Pringgowulung. Nantinya, akan diadakan semacam workshop mulai dari pembuatan hingga meng-aransemen musik Tongling, sehingga karakter musiknya betul-betul khas.

Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Winarto, mengatakan, musik Tongling merupakan salah satu media memupuk toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarkat.

“Selain berciri khas khusus, Tongling juga terbukti sarana toleransi beragama,” kata Winarto, Sekretaris Kelompok Musik Tongling, Kamis (3/6/2021).

Kelompok musik yang dibina langsung oleh Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Diana Amaliyah Verawatiningsih atau akrab disapa Diana Sasa, adalah sekumpulan seniman yang menggunakan Kentong dan Suling sebagai sarana bermusik. Alat ini berbahan baku bambu yang banyak tumbuh di wilayah setempat.

Keberagaman di Wonomulyo tercermin dari warganya, juga para pemain Tongling yang beragama Islam dan Budha. Sehingga musik ini sebagai salah satu penjaga kebersamaan dalam kebhinnekaan.

“Saat ini musik Tongling bisa menjadi media anak muda, khususnya di Dusun Wonomulyo. Yakni sebagai sarana kerjasama antar umat beragama baik itu umat Islam maupun umat Buddha,” terangnya.

Sikap toleransi ditunjukan baik saat pertunjukan maupun saat latihan, hidup rukun berdampingan dalam keseharian. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Hentikan Sementara Proyek Box Culvert se-Surabaya Usai Insiden Lansia Tewas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menghentikan sementara proyek box culvert se-Surabaya pasca insiden yang menewaskan ...
KRONIK

Said Abdullah Tegaskan PDIP Tidak Terlibat Aksi Mahasiswa, Dorong Pemerintah Lebih Terbuka Terhadap Kritik

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan PDIP tidak terlibat dalam aksi demonstrasi mahasiswa. Ia juga ...
KABAR CABANG

Siap Gelar RedTalk 2026, PAC PDIP Prajurit Kulon Ajak Pemuda Naik Kelas Jadi Pemimpin Masa Depan

PAC PDI Perjuangan Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, akan menggelar RedTalk 2026 sebagai forum diskusi ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Semua Pihak Menahan Diri Terkait Polemik Batalyon TP di Silo

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta seluruh pihak menahan diri terkait polemik pembangunan Batalyon Teritorial ...
LEGISLATIF

Empat Masalah Serius Sektor Pertanian Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti empat persoalan utama yang dinilai ...
KABAR CABANG

PAC Ngariboyo Magetan Salurkan Bantuan untuk Warga Lansia

MAGETAN – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngariboyo menggelar ...