Kamis
16 April 2026 | 11 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cak Eri: Pelayanan Publik Harus di Kelurahan

pdip-jatim-eri-kertajaya-210521-1

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bakal menjadikan kantor kelurahan sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik kepada masyarakat.

Keinginannya dia sampaikan di sela kegiatan “Cak Eri Ngantor di Kelurahan”, di kantor Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jumat (21/5/2021) petang.

Pria yang akrab disapa Cak Eri tersebut memang memiliki keinginan untuk menjadikan kelurahan sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat Surabaya.

Untuk itu, Eri minta pelayanan yang sudah diberikan kelurahan harus terus dikembangkan dan disosialisasikan agar seluruh masyarakat dapat menikmatinya.

“Sehingga semua warga bisa merasakan pelayanan publik dan nyaman di kelurahan. Itu yang memang akan kita pastikan di seluruh wilayah Kota Surabaya, pelayanan publik harus di kelurahan,” kata Eri.

Sebagai kota dengan skala ekonomi terbesar kedua di Indonesia, terang Eri, Surabaya membutuhkan inovasi dalam hal pelayanan publik yang serba cepat dan responsif, sebagaimana karakteristik wilayah metropolitan.

Menyadari keadaan tersebut, pihaknya berkomitmen akan selalu memberikan pelayanan terbaik dan akan terus meningkatkan kemampuan dari petugas kelurahan, kecamatan, maupun dinas.

Semua itu demi kenyamanan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Pemerintah Kota Surabaya.

“Karena itu, saya berharap warga Surabaya ketika ada masalah langsung datang saja. Sehingga bisa menjelaskan masalahnya apa, bisa dieksekusi dan langsung dicarikan solusinya,” tegas kader Banteng ini.

Sementara itu, program “Cak Eri Ngantor di Kelurahan” yang dimulai hari ini, sebagai realisasi janjinya pada saat kampanye Pilkada lalu untuk berkantor di kelurahan. Kegiatan ini untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Dia menceritakan pengalaman yang dialaminya selama berkantor di Kelurahan Kertajaya kepada wartawan. Salah satunya ketika ia menemui warga yang hendak membuat akta waris, namun nama di KTP, KK, surat keterangan lahir, dan ijazah berbeda.

“Akhirnya kakaknya datang kesini bawa berkas dan menyampaikan ke saya, Pak Wali terima kasih kalau di Surabaya langsung jadi KTP-nya,” beber Eri. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...