Senin
24 Agustus 2026 | 7 : 06

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Kartini, Agatha: Perempuan Bukan Konco Wingking

pdip-jatim-agatha-kebaya

SURABAYA – Masyarakat Indonesia, terutama di Jawa masih lekat dengan budaya patriarkis, dimana relasi gender masih kental dengan kedudukan dan peran laki-laki yang lebih dominan dibanding perempuan.

Bahkan dalam rumah tangga, perempuan identik sebagai konco wingking atau teman di belakang yang bertugas 3M (masak, macak atau berdandan, dan manak atau melahirkan keturunan).

Terkait hal itu, anggota DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan perempuan seharusnya merupakan teman hidup yang sejajar dan setara dengan suami.

“Terkait dengan stigma konco wingking, saya secara pribadi tidak sepakat dengan pendapat itu. Seolah-olah perempuan itu hanya mengikut saja, padahal perempuan itu diciptakan dengan akal budi, pikiran, jadi dia punya hak untuk bisa menyuarakan pendapatnya,” ujar Agatha, Rabu (21/4/2021).

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini tak menampik, stigma pada perempuan dari zaman dahulu sampai saat ini memang masih ada. Oleh karena itu semua perempuan harus menyadari tentang pengarusutamaan gender.

Pada peringatan Hari Kartini ini, Agatha juga mengingatkan para perempuan Indonesia agar meneruskan semangat dan keberanian Kartini dalam menembus batas tantangan.

“Tantangan kita ini berbeda dengan Kartini, saat ini tantangan kita adalah pandemi Covid-19, ditambah isu perubahan iklim serta global warming,” tandasnya.

Maka dari itu, lanjut Agatha, perlu kolaborasi semua pihak, khususnya milenial untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Saya juga berpesan untuk para milenial agar jangan lelah untuk belajar, jangan takut tantangan, kenalilah dirimu maka kamu akan tahu apa yang kamu butuhkan, dan jangan pernah meremehkan tindakan sekecil apapun yang bisa kamu lakukan untuk masyarakat,” ujarnya.

Agatha menilai, sebagai perempuan harus berpendidikan tinggi dan memiliki pengetahuan yang luas, sebab pendidikan pertama bagi anak adalah ibu. “Kenapa justru perempuan itu harus berpendidikan tinggi? Karena pendidik pertama anak adalah ibu,” ujarnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...