Jumat
09 Oktober 2026 | 1 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hari Kartini, Agatha: Perempuan Bukan Konco Wingking

pdip-jatim-agatha-kebaya

SURABAYA – Masyarakat Indonesia, terutama di Jawa masih lekat dengan budaya patriarkis, dimana relasi gender masih kental dengan kedudukan dan peran laki-laki yang lebih dominan dibanding perempuan.

Bahkan dalam rumah tangga, perempuan identik sebagai konco wingking atau teman di belakang yang bertugas 3M (masak, macak atau berdandan, dan manak atau melahirkan keturunan).

Terkait hal itu, anggota DPRD Jawa Timur, Agatha Retnosari mengatakan perempuan seharusnya merupakan teman hidup yang sejajar dan setara dengan suami.

“Terkait dengan stigma konco wingking, saya secara pribadi tidak sepakat dengan pendapat itu. Seolah-olah perempuan itu hanya mengikut saja, padahal perempuan itu diciptakan dengan akal budi, pikiran, jadi dia punya hak untuk bisa menyuarakan pendapatnya,” ujar Agatha, Rabu (21/4/2021).

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini tak menampik, stigma pada perempuan dari zaman dahulu sampai saat ini memang masih ada. Oleh karena itu semua perempuan harus menyadari tentang pengarusutamaan gender.

Pada peringatan Hari Kartini ini, Agatha juga mengingatkan para perempuan Indonesia agar meneruskan semangat dan keberanian Kartini dalam menembus batas tantangan.

“Tantangan kita ini berbeda dengan Kartini, saat ini tantangan kita adalah pandemi Covid-19, ditambah isu perubahan iklim serta global warming,” tandasnya.

Maka dari itu, lanjut Agatha, perlu kolaborasi semua pihak, khususnya milenial untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Saya juga berpesan untuk para milenial agar jangan lelah untuk belajar, jangan takut tantangan, kenalilah dirimu maka kamu akan tahu apa yang kamu butuhkan, dan jangan pernah meremehkan tindakan sekecil apapun yang bisa kamu lakukan untuk masyarakat,” ujarnya.

Agatha menilai, sebagai perempuan harus berpendidikan tinggi dan memiliki pengetahuan yang luas, sebab pendidikan pertama bagi anak adalah ibu. “Kenapa justru perempuan itu harus berpendidikan tinggi? Karena pendidik pertama anak adalah ibu,” ujarnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Banyuwangi Tuntaskan Musran dan Musanran, 217 Ranting serta 840 Anak Ranting Terbentuk

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi telah menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah ...
LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...