Selasa
16 Juni 2026 | 3 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bendung Budaya Asing, Rampak Sarinah Tulungagung Tampilkan Gambyong

pdip-jatim-gambyong-sarinah-tulungagung1

TULUNGAGUNG – Gerakan gemulai 27 ibu-ibu anggota Rampak Sarinah Tulungagung memukau pengunjung di acara pembukaan Festival Dalang Pelajar 2021 di Taman Budaya Tulungagung dua hari lalu.

Mereka menari tari Gambyong Mari Kangen dengan mengenakan kebaya putih, berselendang merah, berkain batik corak sekar jagat serta bersanggul sunggar. Semuanya menunjukkan wajah sumringah saat menari.

Wakil Ketua Rampak Sarinah Tulungagung, Astinawati, mengungkapkan tarian khas Tulungagung yang dipertontonkan di Taman Budaya tersebut merupakan konsep olahraga budaya yang kini sedang digalakkan oleh Rampak Sarinah Tulungagung.

“Ini karena budaya Indonesia, khususnya Jawa sudah mulai tenggelam dengan datangnya olahraga budaya dari luar negeri,” ujarnya, Jumat (9/4/2021).

Dengan niat membendung aliran deras budaya asing itu, menurut dia, saat ini Rampak Sarinah Tulungagung terus berkreasi agar budaya bangsa sendiri utamanya di bidang kesenian dapat terjaga dan tetap eksis. “Kami menggali lagi, dan syukurlah peminatnya banyak,” tuturnya.

Rencananya Rampak Sarinah Tulungagung akan terus menampilkan tarian budaya bangsa ini di berbagai even dan kesempatan. Termasuk dalam ajang pagelaran kesenian tari Rampak Sarinah se-Indonesia secara virtual yang rencananya dilakukan saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila mendatang.

“Ada tiga tarian yang kami punya. Selain Tari Gambyong sebagai pembuka, ada juga Tari Ngibing atau tari pergaualan yang semua penarinya perempuan. Kemudian yang ketiga, Tari Pasaran, tari ini menggambarkan seoarng wanita yang berdagang di pasar dan bisa mandiri ,” paparnya.

Selanjutnya, Nina, begitu sapaan akrab Astinawati, mengungkapkan pula jika Rampak Sarinah Tulungagung juga berkegiatan seni karawitan. Sudah ada beberapa lagu yang menjadi andalan dalam seni karawitan tersebut. Seperti lagu berjudul Jamu-jamu, Olahrogo dan Gugur Gunung. 

“Lagu Jamu-jamu dimaksudkan agar kita selalu sehat dengan minum jamu apalagi disaat pandemi Covid-19 dan Olahrogo agar meningkatkan imun tubuh kita. Sedang Gugur Gunung agar kita tetap saling bergotong royong,” jelasnya.

Selain itu, tambah dia, ada pula kegiatan Rampak Sarinah Tulunaggung untuk kaum milenial. Mereka berkesenian reyog kendang dan jaranan.

Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung, Heru Santoso, sangat mengapresiasi kegiatan yang terus dilakukan Rampak Sarinah Tulungagung.  “Mereka menunjukkan sebagai warga yang mandiri. Mandiri dari segi ekonomi juga dan kebudayaan sebagai konsepnya,” terang Heru.

Heru Santoso yang juga pembina Rampak Sarinah Tulungagung ini menambahkan dengan pagelaran Tari Gambyong Mari Kangen di Taman Budaya Tulungagung berharap ajaran Bung Karno (BK) dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Para ibu adalah pihak yang paling efektif untuk menyebar ajaran BK melalui role models diri mereka sendiri. Insya Allah, kelak para putra-putri mereka akan dapat menjalankan praktik Trisakti saat menjadi pemimpin bangsa dan negara kita,” ucap dia.

Sebelumnya, Direktur Institut Sarinah, Eva Sundari, juga menyambut baik pagelaran Tari Gambyong Mari Kangen tersebut. “Para anggota Rampak Sarinah harus bisa mempraktikkan strategi Trisakti untuk diri sendiri sehingga bisa pula mengajarkan prinsip tersebut kepada putra-putrinya,” ujarnya.

Eva Sundari menambahkan Rampak Sarinah didorong untuk memulai bisnis untuk menjalankan prinsip berdikari di bidang ekonomi.

Bertanam sayur-sayuran di halaman rumah sudah dilakukan oleh Rampak Sarinah Kabupaten Kediri untuk berdaulat di komoditi sayuran untuk dapur mereka sehari-hari. Untuk itu Eva berharap Rampak Sarinah Tulungagung segera bekerja untuk prinsip berdikari di bidang ekonomi pula. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bulan Bung Karno di Blitar, Budaya Jadi Jembatan Menanamkan Nilai Pancasila

Ribuan warga memadati Alun-Alun Kanigoro dalam peringatan Bulan Bung Karno yang menghadirkan wayang kulit, macapat, ...
LEGISLATIF

Respons Aksi Mahasiswa, Ketua DPRD Kota Malang Minta MBG Dievaluasi Menyeluruh

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong evaluasi menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis ...
HEADLINE

Hasto Kristiyanto Ungkap 3 Pesan Moral Gatotkaca: Berani Bela Kebenaran dan Keadilan

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkap tiga pesan moral dari tokoh pewayangan Gatotkaca dalam ...
KRONIK

Tahun Baru Hijriah, Bupati Ipuk Minta ASN Tebar Kepedulian dan Perkuat Kolaborasi Layani Masyarakat

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh ASN bergotong royong menyalurkan donasi untuk ...
KRONIK

Di Istana Gebang, Seniman-Budayawan Menitipkan Tawa dan Tangis Mereka

Renovasi Istana Gebang di Kota Blitar disambut antusias para pelaku seni dan budayawan. Bagi mereka, rumah masa ...
KRONIK

PDIP: Gelombang Aksi Mahasiswa Adalah Alarm Demokrasi yang Harus Didengar

Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro menilai gelombang aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika ...