Selasa
14 Juli 2026 | 11 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Makan Nasbung Bersama, Cara Bupati Fauzi Temui Aktivis GPMS

IMG-20210313-WA0025_copy_1200x676

SUMENEP – Ada strategi unik dan menarik yang dilakukan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dalam mendengarkan aspirasi dari elemen masyarakat.

Saat menerima aktivis Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) yang menyuarakan aspirasinya, Fauzi menerima dan mendengar aspirasi mereka sambil makan nasi bungkus (nasbung) bersama di halaman Pemkab Sumenep.

Para mahasiswa yang tergabung dalam GPMS itu menyampaikan aspirasinya terkait bobroknya pelayanan di sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kalau bisa makan bersama, di tempat dan makanan yang sama seperti ini kan lebih akrab. Ini bagian dari bentuk kesamaan secara manusiawi,” kata Fauzi, Jumat (12/3/2021).

Dia mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh para aktivis. Masukan dengan bentuk apapun, jelas Bupati Fauzi, akan diterimanya, apalagi memang masukan yang bertujuan untuk memperbaiki Sumenep ke depan.

“Kami tidak anti terhadap kritik. Apalagi kritik itu dibarengi dengan solusi,” ucap pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Sementara Sudirman, salah seorang perwakilan Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) menyatakan, banyak OPD yang kinerjanya hanya sebatas ABS (asal bapak senang).

Padahal, sebutnya, apa yang dilakukan OPD itu sangat merugikan rakyat. Banyak rakyat yang tertindas akibat kebijakan OPD yang tidak bekerja secara profesional.

“Ada sejumlah OPD yang belum melakukan pelayanan secara maksimal, salah satunya Rumah Sakit, Dinsos, Disdik, Satpol PP, DLH dan Bappeda. Mereka bekerja diluar aturan sehingga pelayanan tidak maksimal,” kata Sudirman.

Di Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Sudirman, banyak petambak udang yang mengabaikan dampak lingkungannya. Mereka membuang limbahnya ke laut, akibatnya laut tercemari dan para nelayan tidak bisa memperoleh ikan di laut tersebut akibat air telah tercemari.

Satpol PP pun dinilai terkesan hanya menjadi pengawal pejabat dan bupati. Padahal, sebut Sudirman, tugas utamanya adalah penegak perda.

“Ini tanggung jawab Bupati yang baru untuk mengubah kebiasaan jelek ini. Kami rakyat biasa yang membutuhkan pelayanan serius,” tegasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Fauzi Lakukan Penyegaran Birokrasi, Minta Percepat Capaian Program Prioritas Daerah

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat ...
SEMENTARA ITU...

Doding: Kompetisi Berjenjang Kunci Kemajuan Sepak Bola Trenggalek

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi mendorong kompetisi sepak bola usia dini digelar secara rutin untuk melahirkan ...
LEGISLATIF

Tutup Kebocoran PAD, Fraksi PDIP Desak Pemkot Batu Percepat Digitalisasi Pembayaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendesak Pemkot Batu mempercepat digitalisasi pembayaran berbasis QRIS dan ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Anggaran Diprioritaskan untuk Banjir dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

DPRD Surabaya menegaskan seluruh anggaran daerah harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Penanganan banjir ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Targetkan Lahir Pemimpin Ranting Berintegritas Lewat Penjaringan Demokratis

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memperkuat konsolidasi menjelang penjaringan pengurus ranting dan anak ...
HEADLINE

Deni Wicaksono: Keberhasilan APBD Diukur dari Kesejahteraan Masyarakat, Bukan Sekadar WTP

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan keberhasilan APBD tidak cukup diukur dari opini WTP atau ...