Rabu
05 Agustus 2026 | 1 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Optimalkan Layanan Kesehatan bagi Warga, SanDi Siapkan Program “Makpon”

pdip-jatim-abah-sanusi-201120

MALANG – Layanan cepat di bidang kesehatan menjadi salah satu garapan utama Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi). Program unggulan yang dicanangkan paslon untuk mewujudkan kemakmuran di sektor kesehatan ini dinamakan Makpon.

Calon Bupati Malang Sanusi menjelaskan Makpon merupakan akronim dari Malang Quick Response. ”Kalau ada yang sakit, tinggal hubungi 119. Nanti akan langsung dijemput ambulans terdekat,” terang Sanusi, kemarin.

Layanan Makpon sejatinya merupakan langkah optimalisasi yang bakal dilakukan pasangan SanDi jika diamanahi memimpin Kabupaten Malang. Sebab, jauh sebelum Sanusi mengambil cuti sebagai Bupati Malang karena tuntutan kampanye, Pemkab Malang melalui instruksi Sanusi telah melaunching PSC alias Public Safety Center pada awal 2020 lalu.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 30-an ambulans yang disiagakan untuk layanan Makpon tersebut. Puluhan armada ambulans itu, disiagakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Belakangan diketahui, langkah untuk mengoptimalkan layanan PSC 119 itu, diambil Sanusi setelah mendengarkan beragam aspirasi dari masyarakat saat dirinya aktif berkampanye sejak 26 September 2020 lalu.

Seperti saat Sanusi melakukan kampanye di Kecamatan Kalipare, di sela agenda dialog langsung dengan masyarakat, Sanusi mendapat beragam aspirasi soal fasilitas kesehatan. Salah satunya perihal pendirian Puskesmas atau rumah sakit baru di Kecamatan Kalipare.

”Kalau soal Puskesmas sudah ada di tiap kecamatan, tapi kalau masih kurang akan kita optimalkan di setiap daerah nanti akan ada Poskesdes (Pos Kesehatan Desa),” ungkap Abah Sanusi, sapaan akrabnya.

Alasan dipilihnya pengoptimalan Poskesdes tersebut, menurut Sanusi, lantaran saat ini jumlah orang yang sakit di tiap daerah masih bisa dilayani puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.

Dia menambahkan, pendirian rumah sakit itu ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi, seperti dilihat dulu berapa warga yang sakit. Kalau dalam satu minggu di tiap desa hanya sedikit warga yang sakit, terang Sanusi, akan sulit membuat rumah sakit baru.

“Oleh karenanya akan kita fasilitasi pelayanan kesehatan warga melalui program Makpon ini,” bebernya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Trauma Healing Jadi Prioritas Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah menjadikan trauma healing sebagai prioritas dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Sepakati Anggaran Rp274 M untuk Tambahan Tunjangan Profesi Guru ASN

Komisi E DPRD Jatim memastikan alokasi Rp274 miliar melalui APBD untuk membayar tambahan TPG yang menjadi komponen ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Buka Jalan Talenta Muda Menuju Timnas dan Liga Profesional

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 provinsi dengan target melahirkan talenta sepak bola yang mampu menembus klub ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Iuran HUT RI di Kampung Tidak Dipatok, Harus Sukarela

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik ...
KRONIK

Bupati Lukman Lepas Kontingen Jamnas XII: Menyala Pramuka Bangkalan!

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Aparat Usut Tuntas Jaringan Penadah Pencurian Aset Publik

SURABAYA – Komisi C DPRD Kota Surabaya minta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan penadah barang bekas ...