Senin
27 Juli 2026 | 5 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Mapel Sejarah, PDIP Apresiasi Klarifikasi Cepat Nadiem Makarim

pdip-jatim-hasto-130920

JAKARTA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan telah menerima klarifikasi secara langsung dari Mendikbud Nadiem Makarim, bahwa kementeriannya tidak akan menghapus mata pelajaran (mapel) sejarah.

Pihaknya mengapresiasi klarifikasi secara cepat dan langsung oleh Nadiem Makarim. Yang akan dilakukan Kemendikbud, kata Hasto, adalah upaya menjadikan sejarah sebagai hal yang sangat relevan bagi generasi muda.

“Karena ditampilkan dengan cara yang kreatif, menarik dan penuh dialog terkait relevansi sejarah tersebut bagi tumbuhnya semangat nasionalisme, dan dengan cara itu, sejarah dapat menginspirasi,” kata Hasto menirukan klarifikasi Nadiem Makarim, Minggu (20/9/2020).

Penjelasan Mendikbud tersebut, sebut Hasto, sangat penting sebagai bagian dari tanggung jawab komunikasi politik agar tidak ada persepsi yang salah atas setiap kebijakan pemerintah.

“Ke depan hal-hal yang belum final, agar dikelola secara hati-hati, agar berbagai permutasi tersebut tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Sebab pendidikan itu untuk masa depan. Dengan klarifikasi tersebut, semua sepakat bahwa sejarah menjadi api semangat dan akar peradaban bangsa,” ujarnya.

Bagi PDI Perjuangan, tambah Hasto, politik pendidikan itu mencerdaskan kehidupan bangsa yang hadir dalam kebijakan, sistem pendidikan, kultur, dan proses saling mencerdaskan guna menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Disertai tradisi berpikir kritis, namun tetap membumi pada kebudayaan bangsa.

Pesan Bung Karno agar ilmu pengetahuan mengabdi pada kemanusiaan, lanjutnya, mengandung makna bahwa pendidikan itu membebaskan rakyat dari kebodohan. Dan dengannya taraf kebudayaan Indonesia semakin meningkat, diwarnai dengan nilai-nilai luhur bangsa.

Atas klarifikasi Mendikbud tersebut, terang Hasto, PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk benar-benar memperhatikan pendidikan sebagai faktor kemajuan bangsa yang begitu penting.

”Indonesia memiliki rekam jejak sejarah nusantara sebagai bangsa pemimpin. Nusantara dalam perspektif sejarahnya, mengandung kehebatan tentang posisi geopolitik yang begitu strategis, sehingga menjadi titik temu dan sintesa peradaban dunia,” urainya.

Untuk itu, Hasto mengingatkan melalui pendidikan yang benar; pendidikan yang sarat dengan -nation and character building, dan pendidikan yang memerdekakan, maka pendidikan adalah proses cetak biru. Dengan pijakan sejarah yang kuat, imbuhnya, akan lahirlah semangat untuk hadir sebagai bangsa pemimpin.

Diberitakan, dalam beberapa hari terakhir beredar isu yang menyebut Kemendikbud akan menghapus mata pelajaran sejarah di SMK. Pelajaran yang sama juga disebut akan menjadi mata pelajaran pilihan atau tidak wajib di SMA.

Rencana ini disebut terkait dengan upaya penyederhanaan kurikulum yang tengah digodok Kemendikbud. Namun isu itu dibantah oleh Kemendikbud melalui keterangan resmi yang dikeluarkan Sabtu (19/9/2020).

Kemudian hari ini, Minggu (20/9/2020), Mendikbud Nadiem Makarim juga menyampaikan klarifikasi atas isu yang telanjur beredar luas tersebut. Klarifikasi itu disampaikan Nadiem melalui laman media sosial Kemendikbud, salah satunya via Instagram di akun @kemdikbud.ri. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Jadikan Kudatuli Momentum Menjaga Hak Rakyat dan Demokrasi

KEDIRI – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menegaskan peringatan 30 tahun peristiwa ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Targetkan Musran Rampung Awal Agustus, Percepat Konsolidasi hingga Desa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menargetkan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) rampung ...
KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...
KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...