Selasa
28 April 2026 | 3 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Nganjuk Investigasi Kasus Meninggalnya Bayi ‘Berubah Kelamin’

pdip-jatim-tatit-030920

NGANJUK – DPRD Nganjuk bakal membentuk tim investigasi terkait kasus meninggalnya bayi ‘tertukar’ di RSUD Nganjuk. Tim ini segera memanggil pihak-pihak terkait, khususnya dari RSUD Nganjuk.

“Saya akan perintahkan Komisi 4 secepatnya memanggil dan membentuk tim investigasi. Saya tegaskan secepatnya digelar terbuka bersama seluruh media,” tandas Tatit, kemarin.

Diberitakan, anak kedua pasutri Fery Sujarwo dan Arum Rosalia yang saat lahir pada 18 Agustus 2020 dinyatakan sebagai perempuan, “berubah” jenis kelaminnya menjadi laki-laki. Perubahan itu diketahui setelah bayi prematur itu meninggal di RSUD Nganjuk pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Feri mengambil jenazah bayinya yang saat itu sudah berada di luar inkubator. Bayi yang sudah tidak dilengkapi gelang tanda pengenal di tangan itu dibawanya pulang.

Tanpa ada surat keterangan kematian, bayi mungil itu dibawa pulang dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di rumah, jenazah bayi itu dimandikan untuk dimakamkan.

Para pelayat dan keluarga langsung geger saat itu. Jika sebelumnya mereka meyakini bayinya berjenis kelamin perempuan, saat itu mereka terkejut melihat bayinya berubah kelamin. “Kelaminnya laki-laki,” kata Feri.

Tatit mengatakan, kasus ini merupakan kejadian buruk di institusi RSUD Nganjuk. Karena dengan adanya insiden ini maka citra pelayanan akan semakin terpuruk di hadapan masyarakat.

Mengenai fasilitas yang diberikan kepada masyarakat, meskipun sudah menjadi jenazah, sebut Tatit, harus menjadi prioritas khusus bukan sebaliknya.

“Kalau memang benar dari hasil investigasi jenazah pulang tanpa mobil ambulans itu kesalahan fatal bagi RSUD,” tegas wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini.

Menurutnya, saat ini pemerintah sudah membebaskan refokusing untuk rumah sakit dan pendidikan. Karena itu, dia merasa heran, hanya sekadar mobil ambulans saja RSUD Nganjuk tidak bisa menyediakan.

“Saya anggap ironis, ada puluhan ambulans di Nganjuk, namun membiarkan jenazah pulang dengan dibungkus jarik tanpa ada upaya dari pihak RSUD Nganjuk,” ucapnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Juventus, Anak Muda dari Blimbing yang Memilih Masuk Politik

Cerita Juventus Ronaldo, kader muda PDI Perjuangan Kota Malang yang masuk politik untuk mengajak generasi muda ...
EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...
KABAR CABANG

Banteng Kota Blitar Implementasikan Arahan Megawati Lewat Gerakan Tanam Pohon

Kader PDIP Kota Blitar tanam pohon saat Hari Kartini sebagai implementasi arahan Megawati untuk ketahanan pangan ...
EKSEKUTIF

Gresik Peringkat 6 Nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah

GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam Evaluasi ...