
SUMENEP – PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep pada Pilkada serentak tahun 2020 bakal memilih pasangan calon (paslon) sendiri. Artinya, dalam Pilbup Sumenep 2020, PDIP tidak lagi bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah 10 tahun terakhir berkoalisi.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep Abrari menuturkan, dalam pilkada tahun ini, PDI Perjuangan dan PKB sama-sama akan mengajukan calon bupati sendiri.
“Kita sudak fiks akan mengusung calon bupati sendiri. PKB juga akan mengajukan calon bupati sendiri,” kata Abrari, Selasa (21/1/2020).
Meskipun persyaratan dukungan kursi PDI Perjuangan di DPRD Sumenep tidak mencukupi, PDI Perjuangan siap menggandeng partai lain yang sama-sama tidak memenuhi persyaratan. Kursi legislatif PDI Perjuangan di Sumenep hasil Pemilu 2019 kemarin sebanyak lima kursi.
“Semua partai selain PKB, kami dekati untuk memenuhi persyaratan pencalonan. PKB memilih meninggalkan kami,” ujar Abrari.
Abrari menambahkan, PDI Perjuangan sudah menetapkan figur calon bupati yakni Wakil Bupati Sumenep saat ini, Fauzi. Penetapan Fauzi sebagai calon bupati Sumenep sudah atas kehendak DPP PDI Perjuangan.
Sedangkan pendamping sebagai calon wakil bupati, masih akan ditetapkan pada bulan Februari mendatang. Saat ini, sejumlah partai sama-sama mengajukan figurnya sebagai bupati.
Berdasarkan aspirasi yang diterima PDI Perjuangan, termasuk dari kalangan Nahdliyin, calon wakil bupati Sumenep yang akan diusung, berasal dari Nahdlatul Ulama.
“PDI Perjuangan ingin di Sumenep seperti yang terjadi di republik saat ini yakni representasi kelompok nasionalis dan religius,” ungkapnya. (set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









