Senin
03 Agustus 2026 | 7 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Elektabilitas Tertinggi Jadi Modal PDIP Menangkan Jokowi-Ma’ruf

pdip-jatim-Jokowi-salam-metal-rakernas

JAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan elektabilitas PDIP tertinggi dibanding partai lain  bukan hanya jadi modal memenangkan pemilu legislatif (pileg).

Tapi juga untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

“Elektoral PDIP yang tinggi akan jadi daya dorong maksimum bagi Jokowi-KH Maruf Amin,” kata Hasto, Kamis (21/3/2019).

Hasto memantau elektabilitas PDI-Perjuangan selalu menempati urutan tertinggi, mulai pada kisaran 24,6 persen sampai 29,2 persen. Kini berdasarkan survei Litbang Kompas, elektabilitas PDIP sebesar 26,9 persen.

Dia juga mengajak semua kader PDI Perjuangan hingga para simpatisan untuk berjuang semakin militan. Dengan kekuatan PDIP dan partai koalisi lain, Hasto yakin elektabilitas Jokowi-Ma’ruf juga akan semakin meningkat.

“Terlebih kami bersama Parpol KIK (Koalisi Indonesia Kerja) lainnya seperti Golkar, PKB, PPP dan lain-lain memiliki basis kultural dan tradisisional yang kuat,” kata Hasto.

Hasto yakin partai Koalisi Indonesia Kerja lainnya juga bisa meraup suara maksimal. Dia yakin Golkar bisa merebut posisi Gerindra yang ada di nomor dua. Demikian pula PKB, yang diyakini Hasto bisa menempati posisi ketiga.

“PDIP sangat berkepentingan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin kuat, efektif, dan solid. Karena itulah, dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi nomor dua, mengalahkan Gerindra, dan PKB nomor tiga,” ujarnya.

Keyakinan posisi Gerindra bisa tergeser bukan tanpa sebab. Menurut Hasto, Gerindra sangat mengandalkan coattail effect atau efek ekor jas dari Prabowo Subianto.

“Momentum Gerindra untuk turun drastis terbuka lebar karena mengandalkan efek ekor jas, tanpa dukungan kekuatan teritorial. Dengan demikian, kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan,” sebut Hasto.

“Di sini tokoh-tokoh NU, PKB, dan PPP bisa bergerak bersama membendung gerak HTI yang berada di belakang Prabowo-Sandi,” imbuh dia.

Selain itu, kata Hasto, Prabowo-Sandiaga hanya mampu menaikkan elektabilitas 4% dalam kurun enam bulan kampanye. Hasto mengatakan kenaikan itu pun dilakukan dengan menyebarkan hoax dan fitnah.

“Bayangkan saja, dilengkapi dengan fitnah dan hoax, Prabowo-Sandi hanya mampu naik 4 persen dalam waktu 6 bulan. Sekarang tinggal 26 hari, maka kami optimistis Jokowi-Ma’ruf Amin menang semakin tebal,” tegasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Guru Tanamkan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran

Ketua Bapemperda DPRD Jatim Yordan Batara Goa mendorong guru mengintegrasikan moderasi beragama dalam pembelajaran ...
SEMENTARA ITU...

Pemkab Blitar Usulkan Barongan Kucingan Blitaran Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Pemkab Blitar mengusulkan Barongan Kucingan Blitaran menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sebagai upaya ...
KRONIK

Bupati Fauzi Buka Rangkaian Lomba HUT Kemerdekaan, “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka”

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar apel gabungan di halaman Kantor Pemkab setempat, pada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Sebut Putusan MK Soal MBG Selaras Aspirasi PDI Perjuangan

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, memberikan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah ...