Rabu
29 Juli 2026 | 8 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

SMRC: Jokowi Sulit Dikalahkan

pdip-jatim-jokowi-maruf-amin-01

JAKARTA – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tren perolehan suara responden untuk Capres Joko Widodo (Jokowi) lebih unggul dari pesaingnya, Prabowo. Hasil survei yang dirilis kemarin tersebut berbanding lurus dengan survei pada Mei 2018.

Ketika itu dukungan responden terhadap Jokowi tercatat sekitar 57 persen sedangkan Prabowo sekitar 33 persen. Menurut Djayadi, tren perolehan suara ini penting sebagai indikasi hasil akhir pada hari pencoblosan.

“Dari pengalaman sebelumnya, calon yang suara dikungannya unggul akan sulit dikalahkan,” kata Direktur Eksekutif Djayadi Hanan di kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Baca juga: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin Makin Tak Terkejar

SMRC pun mencoba membandingkan elektabilitas Joko Widodo jelang Pilpres 2019 dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelang Pilpres 2009 lalu.

Perbandingan ini dibuat karena keduanya memiliki kesamaan. Saat ini Jokowi merupakan capres petahana Pilpres 2019, sementara SBY pada Pilpres 2009 juga menjadi capres petahana.

“Kalau kita proyeksikan ke depan, maka tampaknya peluang Jokowi memenangkan Pilpres lebih baik dari SBY pada 2009. Nyatanya SBY saja menang saat itu,” ujar Djayadi.

SMRC membandingkan Jokowi dan SBY dengan berbagai simulasi. Pada simulasi top of mind, elektabilitas Jokowi pada September 2018 sebesar 47,4 persen. Sementara SBY pada September 2008, elektabilitasnya hanya 28,7 persen.

Pada simulasi elektabilitas berdasarkan pertanyaan semi terbuka atau dengan daftar nama capres, elektabilitas Jokowi 51,6 persen pada September 2018. Sementara itu sepuluh tahun lalu, elektabilitas SBY dengan simulasi yang sama hanya 30,7 persen.

Pada simulasi dua nama capres, elektabilitas Jokowi mencapai 60,2 persen pada September 2018. Sementara SBY 48,6 persen pada September 2008.

“Jadi sebagai petahana, elektabilitas Jokowi jelang Pilpres 2019 ada kecenderungan lebih baik dari SBY jelang Pilpres 2009 lalu,” kata Djayadi.

Dengan logika seperti itu, ucapnya, peluang Jokowi menang di Pilpres 2019 terbuka lebar. Sebab, SBY dengan modal elektabilitas yang tak ditinggal Jokowi bisa menang di Pilpres 2009 silam.

Elektabilitas Jokowi sejauh ini masih unggul dari Prabowo berdasar sejumlah lembaga survei. Survei LSI Denny JA, misalnya, menunjukkan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf mencapai 52,2 persen.

Dalam survei yang digelar 12 Agustus-19 Agustus 2018 itu, Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 29,5 persen.

Survei SMRC dilakukan terhadap 1.220 responden yang tersebar di berbagai wilayah pada 7-14 September 2018.

Survei tersebut dilakukan dengan mewawancarai responden. Margin eror 3,05 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Libatkan Wasit Perempuan, Tegaskan Sepak Bola Milik Semua Talenta

Soekarno Cup 2026 melibatkan wasit dan perangkat pertandingan perempuan sebagai wujud komitmen terhadap kesetaraan ...
LEGISLATIF

Hari Yulianto Dorong Pemerintah Perkuat Pelatihan Pemuda untuk Cetak Wirausaha Berdaya Saing

Anggota DPRD Jatim Hari Yulianto mendorong pemerintah memperkuat pelatihan bagi pemuda untuk melahirkan usaha-usaha ...
KRONIK

DPRD Jember Persoalkan Klaim PT KAI atas Jalan Wijaya Kusuma

JEMBER – Status Jalan Wijaya Kusuma, tepatnya di depan Stasiun PT KAI Daop 9, dipersoalkan DPRD Jember. DPRD ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kota Batu Dorong Perwali Usai Perda Perlindungan Perempuan dan Anak Disahkan

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu meminta Pemerintah Kota Batu segera menyusun Peraturan Wali Kota ...
LEGISLATIF

Fuad Benardi Kawal Aspirasi Warga, dari Penambahan SMA hingga Kepastian Status Lahan

Anggota Komisi C DPRD Jatim Fuad Benardi mengawal aspirasi warga Surabaya terkait penambahan SMA negeri, status ...
KRONIK

Megawati Kenalkan Pancasila ke Deputi PM Kamboja, Hun Many Dukung Jadi Inspirasi Keharmonisan Dunia

Deputi PM Kamboja Hun Many mengapresiasi Pancasila yang diperkenalkan Megawati Soekarnoputri dan mendukung ...