Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Tak Terbuai Melambungnya Elektabilitas Jokowi

pdip-jatim-hasto-okezone

JAKARTA – PDI Perjuangan tidak akan terbuai melihat sejumlah survei yang menyebut elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) paling tinggi dalam Pemilu Presiden 2019.

“Kami akan bekerja lebih keras lagi,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDIP Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Sesuai survei Litbang Kompas, tingkat keterpilihan Jokowi meningkat. Bila pemilihan presiden dilaksanakan saat ini, Jokowi meraup tingkat keterpilihan 55,9 persen. Sedangkan enam bulan lalu, elektabilitas Jokowi 46,3 persen.

Sedang tingkat keterpilihan Prabowo Subianto yang pada enam bulan lalu mencapai 18,2 persen, sekarang anjlok menjadi 14,1 persen saat survei ini berlangsung.

Menurut Hasto, hasil survei tersebut menunjukkan Jokowi diterima masyarakat Indonesia. Namun partai juga mesti ikut bertanggung jawab untuk terus bergerak ke masyarakat.

“Sebab, sejatinya politik itu adalah dedikasi bagi rakyat dan bangsa,” ucap Hasto.

Dia minta kader dan partai pendukung tidak berpuas diri melihat hasil survei yang menunjukkan angka Jokowi paling tinggi. Sebab, kata dia, hasil survei tersebut masih bisa berubah ketika ada calon lain yang menjadi lawan Jokowi.

“Saat dicalonkan pada 2014 lalu, elektabilitas Jokowi cukup tinggi. Akan tetapi, kemudian saat dihadapkan dengan pasangan calon lain, otomatis (turun) karena ada dua pasangan calon,” tuturnya.

“Kemudian biasanya akan terkoreksi pada saat awal, itu hal biasa,” lanjut Hasto

Namun pemimpin di republik ini tidak mengacu pada elektabilitasnya. Sebab, menjadi pemimpin adalah keterbukaan dalam prinsip.

Selain itu, pemimpin mesti siap menghadapi semua persoalan yang ada untuk menyejahterakan rakyatnya.

“Karena itu, PDIP mencari pemimpin yang berdedikasi untuk seluruh rakyatnya. Maka akan kokoh menghadapi kompetitornya,” kata Hasto.

Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan mengenai elektabilitas Jokowi menyampaikan bahwa saat ini dia masih fokus bekerja.

“Sekarang masih fokus konsentrasi di kerja. Masih panjang. Nanti kalau ada tiba, ya saya akan memutuskan ya dengan seluruh partai pendukung. Tanya juga ke relawan semuanya,” ujar Jokowi, usai meninjau perumahan nelayan di Pangandaran, Jawa Barat, kemarin.

Ketika ditanya apakah mengalami kesulitan mencari pendamping calon wakil presiden (cawapres), Presiden Jokowi menjawab dengan singkat, “Gampang”. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...