Kamis
27 Agustus 2026 | 7 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Kediri, Wasekjen PDIP Ziarahi Makam Gus Miek

pdip-jatim-nyekar-gus-miek

KEDIRI – Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengakhiri acara silaturahmi dengan kyai Nahdlatul Ulama (NU) wilayah Mataraman, di Makam KH Hamim Tohari Djazuli, atau Gus Miek.

Di komplek pemakaman di Desa Tambak Ngadi, Mojo, Kabupaten Kediri ini, Basarah berdoa dan membaca tahlil yang dipandu ulama setempat.

Selain Basarah, tahlil di samping makam Gus Miek diikuti Sekjen Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan Nasyrul Falah Amru, dan fungsionaris Bamusi Nu’man Anshori dan Yayan Sopyani Al Hadi.

Juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi, serta tiga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, yakni Budi Sulistyono, Ida Bagus Nugroho, serta Marhaen Djumadi. Tampak juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Sutrisno, serta Ketua DPC PDIP Kota Kediri Agus Sunoto.

Baca juga: Kyai Mataraman Sepakat Dukung Gus Ipul Cagub Jatim

Seperti diketahuim Gus Miek yang meninggal di Surabaya di usia 52 tahun adalah pendiri amalan dzikir Jama’ah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan sema’an (mendengarkan) al-Quran Jantiko Mantab.

Putra dari K.H. Jazuli Utsman, pengasuh Ponpes Al-Falah ini dikenal sebagai seorang wali (kekasih Allah) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di luar pesantren untuk berdakwah.

Gus Miek juga terkenal sebagai wali yang memiliki banyak karomah atau kelebihan

Sebelum ziarah di Makam Gus Miek, Basarah dan rombongan sowan ke KH Zainuddin Djazuli, pengasuh Ponpes Al-Falah, Ploso, Mojo. Silaturahmi sekitar satu jam di ndalem KH Zainuddin Djazuli ini dilakukan setelah Basarah bertemu dengan kyai NU wilayah Mataraman di Ponpes Lirboyo.

Menurut Basarah, kedatangannya di Kediri untuk bersilaturahmi dengan kalangan kyai memang disengaja. Hal ini sesuai dengan permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Bu Mega mengamanatkan kepada generasi seperti kami, untuk melanjutkan tradisi baik yang telah dilakukan sejak zaman kemerdekaan,” kata Basarah.

Jika ormas Islam besar seperti NU bersinergi dengan partai politik besar, seperti PDI Perjuangan, terang Basarah, bukan hanya dapat menjaga, mengawal negara Pancasila yang telah final ini. Tapi juga akan banyak yang bisa dikerjakan, termasuk di dalamnya pilkada serentak di Indonesia.

“Di pertemuan ini kami sampaikan amanat dari Ibu Mega, agar pilkada di Jatim dapat dijaga, dikawal, agar terselenggara aman, damai, tertib menghasilkan pemimpin yang amanat,” jelas dia.

Selain itu, pemimpin Jatim ke depan juga diharapkan bisa mengetahui denyut nadi masyarakat Jatim, mengetahui kemana masyarakat akan dibawa maupun dibangun.

NU dan PDIP, imbuhnya, sama-sama berkomitmen menjaga NKRI, dan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, yang tidak boleh ditawar lagi, atau didiskusikan lagi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Teknologi Harus Diolah Jadi Peluang, Bukan Sekadar Konsumsi

JOMBANG – Anggota DPRD Jawa Timur Wiwin Sumrambah mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, ...
LEGISLATIF

Novita Dorong Pacitan Naik Kelas Jadi Destinasi Incentive Trip Berkelas Nasional

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong Kabupaten Pacitan mengoptimalkan kekayaan wisata alam ...
EKSEKUTIF

Kekeringan Mengancam, Bupati Yani Gerak Cepat Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tenggor

GRESIK – Ancaman kekurangan air bersih mulai menghantui sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik bergerak ...
LEGISLATIF

Peternak Ayam Petelur Magetan Bakal ke Jakarta Sampaikan Aspirasi, DPRD Siap Mendampingi

MAGETAN – Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bakal mengawal langsung persoalan perunggasan dan anjloknya harga telur ...
KRONIK

Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan Pengeboran Sumur Air Bersih di Madura

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, bantuan pengeboran sumur air bersih di Dusun Tlandung ...
HEADLINE

Sambut Muktamar ke-35 NU, PDIP Jatim Buka Posko Gratis untuk Layani Muktamirin

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman ...