Selasa
25 Agustus 2026 | 3 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cagub Jatim PDIP Ditantang Gratiskan Biaya SMA dan SMK Negeri

pdip-jatim-adi-sutarwijono-utami

SURABAYA – Siapapun calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) diminta harus berani menegaskan komitmen untuk membebaskan biaya bagi para siswa SMA dan SMK Negeri.

Karena sejak 2017, kewenangan pengelolaan SMA dan SMK diambil-alih Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Usulan syarat itu digulirkan Wakil Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono dalam bincang-bincangnya dengan detikcom, Minggu (11/6/2017).

“Syukur-syukur bisa mengalokasikan anggaran untuk mensubsidi biaya yang harus ditanggung para siswa di sekolah swasta,” kata politisi yang biasa disapa Awi itu.

Menurut dia, komitmen itu sebagai pelaksanaan Dasa Prasetya PDIP pada butir ke-5, yakni membebaskan biaya pendidikan bagi rakyat. Dasa Prasetya itu merupakan sari pati dari pengalaman pemerintahan para kepala daerah dan wakilnya, serta para anggota legislatif dari PDIP, tambahnya.

Awi mengungkap jika sejak SMA dan SMK diambil-alih pemerintah provinsi, telah diterapkan mekanisme berbayar yang banyak dikeluhkan oleh warga masyarakat.

“Maka, Pilgub Jawa Timur 2018 merupakan momentum strategis untuk merevisi kebijakan itu dengan penerapan skema politik anggaran yang menjawab keluhan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai partai politik pengusung, PDIP juga patut untuk membingkai komitmen calon gubernur-calon wakil gubernur, misal dalam kontrak politik dengan calon gubernur. PDIP patut pula aktif mengampanyekan isu itu, sehingga rakyat dapat menyaksikan komitmen kepartaian dan pemerintahan secara gamblang.

Awi menjelaskan dalam konstitusi UUD 1945 hasil amandemen dan UU Sistem Pendidikan Nasional telah ditegaskan kewajiban bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan 20 persen dari APBD sebagai anggaran pendidikan.

“Kita tahu APBD Jawa Timur tahun 2017 disahkan di kisaran Rp 27 triliun. Jika dipatok 20 persen saja, maka diperoleh Rp 5,4 triliun untuk anggaran pendidikan. Suatu angka yang sangat besar,” tandas mantan wartawan Majalah Tempo ini.

Dengan patokan itu, maka calon gubernur-calon wakil gubernur yang akan diusung PDIP bisa menjabarkan skema politik anggaran untuk membebaskan biaya pendidikan bagi rakyat.

Awi melihat ada peluang gubernur menyerahkan pengelolaan ke daerah. Sebab dalam UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga diberikan ruang untuk tugas pembantuan, yakni pemberian tugas kepada institusi di bawahnya untuk membantu pelaksanaan suatu urusan pemerintahan.

“Ada ruang lebar pemberian tugas kepada pemerintah kabupaten / kota yang mampu membiayai sendiri pendidikan gratis bagi SMA dan SMK Negeri, sehingga bisa dilakukan pembebasan biaya pendidikan bagi rakyat. Dengan demikian beban di APBD Jawa Timur semakin ringan,” terangnya. (detik)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Kejar Manajemen Talenta ASN, 121 Pejabat Baru Bisa Kembali Dimutasi 6 Bulan Lagi

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengejar manajemen talenta ASN. Sebanyak 121 pejabat yang baru dilantik ...
KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...