Senin
26 Oktober 2026 | 11 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Madura jadi Sentra Garam Nasional

pdip-jatim-sri-untari-pidato

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendukung jika Pulau Madura dikembangkan menjadi produsen garam terbesar di Indonesia. Dengan demikian, Pulau Madura menjadi sentra garam nasional.

Namun, kualitasnya juga harus ditingkatkan agar kebutuhan industri dalam negeri tak perlu impor karena bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Untari menyebutkan, swasembada garam tak bisa dibebankan kepada para petani garam. Tapi seluruh stakeholder terkait harus bisa bersatu membantu petani garam supaya bisa meningkatkan produksi dan kualitasnya setara dengan garam impor.

“Kalau perlu petani garam Madura kita bantu untuk studi banding ke Australia,” kata Untari, kemarin.

Jika Madura mampu menjadi sentra produksi garam nasional, pihaknya yakin kesejahteraan masyarakat Madura bisa cepat terealisasi.

Sebab, Pulau Madura sudah memiliki sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup kuat untuk membiayai pembangunan di Madura.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini berharap, Pemprov Jatim menggerakkan instansi terkait seperti dinas kelautan dan perikanan (DKP) agar mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kualitas garam Madura.

Bahkan bila perlu, DKP bisa menggandeng Kementerian Riset dan Teknologi atau Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Saya kira tak ada yang mustahil di era teknologi seperti saat ini. Saya yakin ada rekayasa teknologi untuk meningkatkan kualitas garam Madura maupun mensiasati kendala cuaca yang mempengaruhi kualitas garam di Madura,” ujarnya.

Sementara itu, sampai sekarang Jawa Timur masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan garam. Selama caturwulan pertama 2017, Jatim mendatangkan 429 ribu ton garam dari luar.

Namun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Heru Tjahjono menegaskan, hal itu belum menyalahi Pergub 2/2013 tentang pengendalian impor.

“Sebab impor dilakukan dua bulan sebelum panen,” ujarnya, kemarin.

DKP menyatakan siap mengaplikasikan teknik produksi melalui rumah garam. Dengan model tersebut, produksi garam dapat dimaksimalkan hingga dua kali lipat.

Selain itu, mereka bakal menggunakan teknologi geomembran dan teknik ulir filter (TUF). “Teknologi ini sudah digunakan di Australia, dan diuji coba di Singapura,” terang Heru.

Di Jatim, salah satu lahan uji coba DKP berukuran 7×7 meter sudah menghasilkan 2 ton garam pada Maret hingga April.

Terdapat 16 kelompok tani garam yang bakal menerima hibah pengadaan teknologi tersebut. Mayoritas kelompok tani berasal dari Madura. Sisanya tersebar di Probolinggo, Pasuruan, Tuban, dan Lamongan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Atasi Kelangkaan Solar, Pemkab Bangkalan Terbitkan Edaran Khusus BBM Petani

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terbitkan edaran khusus memprioritaskan alokasi Bahan Bakar ...
KRONIK

Polusi Surabaya Makin Parah, Wali Kota Eri Bongkar Penyebabnya

SURABAYA – Kondisi udara Kota Surabaya belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Sebagian dari mereka ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Pelaku Bullying di Kediri Bisa Di-DO, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi tindakan perundungan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Perpres Ojol, Dewanti Desak Juknis Transparan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mendukung penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun ...
KRONIK

Pemkot Surabaya Tekan Polusi Udara Lewat Kereta SRRL dan Pembatasan Truk

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memfokuskan penanganan polusi udara pada dua kebijakan kunci, yakni ...
KABAR CABANG

Widarto: Mitigasi Bencana Lebih Penting daripada Besarnya Anggaran

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar mewaspadai ...