Rabu
04 November 2026 | 3 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Anas: Banyuwangi Beruntung Banyak Dibantu BUMN

pdip-jatim-anas-bwi

BANDUNG – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas getol mendorong terciptanya sinergi banyak pihak untuk mengembangkan daerah. Salah satunya, sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Anas menyebutkan, problem daerah sangat banyak. Kalau tidak dikeroyok banyak pihak, sebutnya, tidak mungkin bisa selesai.

“BUMN dengan kekuatan jaringan dan berbagai sumberdaya punya peran ikut membangun daerah. Banyuwangi beruntung bisa banyak dibantu BUMN,” kata Anas. di depan 600 direksi BUMN dalam Executive Leadership Program (ELP) di Telkom Bandung, kemarin.

Dia mencontohkan peningkatan akses listrik ke rumah tangga miskin yang dibantu sejumlah BUMN. Tidak hanya PLN, tapi juga BUMN lain seperti PT Kereta Api dan PT Telkom.

“Di forum ini juga ada dari PLN, sehingga kami langsung bahas untuk menuntaskan beberapa jaringan listrik ke daerah-daerah yang secara geografis sulit dijangkau,” ujarnya.

Di bidang pengembangan pariwisata, pihaknya bersama sejumlah BUMN, seperti PT Perkebunan Nusantara XII mengembangkan wisata dusun cokelat.

Melalui sinergi ini, Pemkab Banyuwangi membangkitkan kembali cokelat dari kakao Glenmore Banyuwangi yang sudah diakui sebagai salah satu cokelat terbaik di dunia.

Lalu program Kampung Kreatif untuk memberdayakan bisnis rintisan di Banyuwangi yang didukung penuh oleh BNI. Telkom juga mengembangkan sejumlah proyek digitalisasi dan infrastruktur di Banyuwangi.

Juga Perum Bulog yang terlibat dengan menjalin kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain dengan program strategis, ungkapnya, yang bersifat jangka pendek seperti charity juga banyak.

“Saya kira tagline ‘BUMN Hadir untuk Negeri’ tepat menggambarkan peran BUMN ikut turun tangan menyukseskan pembangunan daerah,” tuturnya.

Berkat sinergi banyak pihak termasuk BUMN, tambah Anas, Banyuwangi bisa mempercepat pembangunan daerah. Berdasarkan data BPS, pendapatan per kapita warga bisa dikerek dari Rp20,8 juta per orang per tahun pada 2010 menjadi Rp37,53 juta per tahun pada 2015.

Kemiskinan, imbuhnya, juga turun dari level 20 persen sebelum 2010 menjadi 9 persen saat ini. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...