Jumat
21 Agustus 2026 | 7 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mendagri: Indonesia Merdeka 71 Tahun, Mestinya Kebhinekaan Bukan Masalah

pdip-jatim-mendagri

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan di usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia seharusnya kebhinekaan tidak dipermasalahkan.

“Bicara masalah Indonesia seharusnya tidak perlu mempermasalahkan Bhineka, lebih dari 17 ribu pulau, 13 ribu suku, banyak agama keyakinan, banyak adat istiadat. Inilah yang namanya NKRI. Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika harga mati bagian dari NKRI, justru 71 tahun merdeka, kenapa permasalahan muncul dan diperdebatkan,” ujar Tjahjo dalam sambutannya pada forum diskusi Merangkai Indonesia Dalam Kebhinekaan, di Universitas Negeri Jakarta, Senin (19/12/2016).

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengungkapkan tiga permasalahan yang masih dihadapi Indonesia hingga 71 tahun Indonesia merdeka.

Pertama permasalahan internal yakni sandang, pangan dan papan. Soal sandang, masih banyak warga negara Indonesia yang belum memiliki rumah. Soal pangan, Indonesia masih mengandalkan negara lain.

“Soal pangan, kita negara yang kaya, negara agraris, negara maritim, tetapi 99%, misalnya garam, jagung, kita masih mengandalkan dari negara lain, ” tuturnya.

Kemudian permasalahan pembangunan, kemiskinan dan permasalahan lapangan pekerjaan.

Tjahjo juga menyoroti soal permasalahan eksternal yang dihadapi Indonesia saat ini yakni pertama radikalisme dan terorisme.

“Kalau tidak dikemas dan ditindak dengan baik, ini radikalisme dan terorisme sangat menghantui keutuhan NKRI, “kata dia.

Kedua, permasalahan yang berkaitan dengan narkoba. Kata Tjahjo, setiap hari 50 sampai 60 orang meninggal dunia karena narkoba.

“Kemudian ketiga, masalah yang berkaitan dengan korupsi, mulai dari menteri, anggota DPR, baik pejabat pusat di daerah tertangkap korupsi oleh kepolisian. Perlu komitmen kita untuk memberantas tiga hal ini, hal ini jadi perhatian kita,” ucap Tjahjo.

Oleh karena itu, ia berharap semua pihak dapat memperkuat kebhinekaan yang menjadi simbol persatuan Indonesia.

“Mari kita perkuat kembali kebhinekaan dan memperkuat kembali di tingkat RT/RW, kita harus perkokoh tanpa pandang sukunya apa, golongannya apa. Ini yang harus kita ikat jadi bangsa yang kuat, kalau kita rangkaian Bhineka, enggak ada masalah dengan kebhinekaan kita, “paparnya.

Selain Tjahjo, acara tersebut juga dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (kabar24)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

JK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...