Jumat
25 September 2026 | 8 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Dorong Pemprov Jatim Proaktif Ajak Nelayan Ikut ABN

pdip-jatim-sw-nugroho

SURABAYA – Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur SW Nugroho minta pemerintah provinsi mengajak lebih banyak nelayan mengikuti Asuransi Bagi Nelayan (ABN) program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Pasalnya, dari kuota asuransi yang diberikan KKP sekitar 80 ribu nelayan untuk Jawa Timur, sampai sekarang baru separonya yang ikut.

“Asuransi nelayan ini program pemerintah untuk lebih melindungi dan memberdayakan masyarakat nelayan. Kami mendorong Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur proaktif mengupayakan para nelayan mengikuti asuransi,” kata Nugroho, Jumat (9/12/2016)

Penangkapan ikan, jelasnya, adalah salah satu aktivitas para nelayan dengan tingkat risiko cukup tinggi untuk terjadinya kecelakaan dan bahkan ada yang sampai meninggal dunia atau mengalami cacat tetap atau perawatan.

Kesemuanya itu dinilai akan mempengaruhi pola kehidupan dan kesejahteraan para nelayan.

Dengan perlindungan asuransi, nelayan mendapatkan kenyamanan dan keamanan dalam menjalankan usahanya, sehingga dapat memusatkan perhatian pada penangkapan ikan yang lebih baik, lebih aman dan lebih menguntungkan.

Sebab, mereka dapat jaminan dan perlindungan pada saat kehilangan sebagian ataupun seluruh penghasilannya sebagai akibat terjadinya risiko kecelakaan.

Misalnya, jika meninggal dunia klaim santunan dari PT Asuransi Jasindo yang menangani program ini sebesar Rp 160 juta untuk bukan akibat kecelakaan laut. Kalau kecelakaan terjadi saat melaut, santunannya dapat Rp 200 juta.

Sedang apabila nelayan mengalami cacat tetap, maka klaim sebesar maksimal Rp 100 juta dan apabila memerlukan biaya perawatan akibat suatu kecelakaan sebesar Rp 20 juta.

Nelayan yang bisa ikut program ABN, sebut legislator yang juga Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini, adalah nelayan kecil atau nelayan tradisional yang memiliki KTP, kapalnya di bawah 10 GT, berusia maksimal 65 tahun, mata pencahariannya sebagai nelayan penuh, dan punya kartu nelayan.

Dia mengungkapkan, sebenarnya pemprov sudah mengirim data 60 ribu nelayan untuk mendapatkan asuransi. Namun setelah diverifikasi, tinggal 40 ribu nama yang bisa ikut asuransi program KKP.

“Jadi, tidak semua nama yang disetorkan Jatim disetujui. Problemnya lebih banyak karena masalah administrasi kependudukan yang belum beres. Misalnya ada nama ganda,” jelas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Dia berharap, kuota asuransi untuk 80 ribu-an nelayan Jawa Timur tahun 2016 itu bisa terpenuhi. Bahkan pihaknya ingin lebih banyak lagi nelayan di Jawa Timur yang jumlahnya sekitar 250 ribu orang, mengikuti program ABN yang preminya dibantu pemerintah pusat tersebut.

“Informasinya, untuk tahun 2017 Jawa Timur dijatah 125 ribu nelayan dalam program ini,” ungkapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...