Selasa
20 Oktober 2026 | 12 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

pdip jatim 261020 amithya

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau berbasis komunitas urban dan kreatif untuk menjawab persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah potensi yang bisa dikembangkan meliputi penguatan bank sampah, pertanian perkotaan, UMKM ramah lingkungan, hingga inovasi digital.

Menurut Amithya, pembangunan berkelanjutan harus mampu menyelaraskan pelestarian lingkungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penerapan ekonomi hijau di Kota Malang perlu disesuaikan dengan karakter wilayah sebagai kota pendidikan, pusat industri kreatif, sektor jasa, dan destinasi wisata.

Gagasan tersebut disampaikan Amithya saat menghadiri Deklarasi Gerakan Merawat Pertiwi Berdampak Ekonomi yang diinisiasi jajaran DPP PDI Perjuangan di kawasan pesisir Malang selatan, Jumat (16/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Amithya menilai pemulihan ekosistem pesisir melalui pelestarian mangrove dan pengembangan potensi blue carbon merupakan langkah strategis. Namun, upaya pelestarian lingkungan juga perlu ditopang kesadaran kolektif dan keterlibatan masyarakat lokal.

Pendekatan serupa, lanjutnya, dapat dikembangkan di kawasan perkotaan dengan model yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.

Salah satunya melalui penguatan Bank Sampah Malang (BSM) berbasis komunitas. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk mendukung pertanian dan penghijauan kota, sedangkan sampah anorganik diarahkan ke industri daur ulang.

Langkah tersebut berpotensi menghubungkan pengelolaan lingkungan dengan kegiatan ekonomi warga. Bank sampah tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali material bernilai guna.

Amithya juga mendorong pengembangan urban farming dengan memanfaatkan lahan terbatas di kampung-kampung perkotaan. Sistem hidroponik dan akuaponik dapat menjadi alternatif untuk menghasilkan pangan sehat sekaligus memperindah lingkungan permukiman.

Konsep pertanian perkotaan itu bahkan bisa dipadukan dengan wisata tematik. Warga tidak hanya memproduksi bahan pangan, tetapi juga berpeluang mengembangkan kegiatan wisata dan menjual hasil panen langsung kepada pengunjung.

Di sektor usaha, Amithya menyoroti potensi pengurangan limbah dari kafe dan restoran yang terus berkembang di Kota Malang. Ia mengusulkan insentif atau sertifikasi bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip bebas sampah atau zero waste.

“Bisa juga lewat komitmen bersama melalui regulasi menekan penggunaan plastik sekali pakai hingga pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel lewat komunitas lokal,” katanya, Minggu (19/10/2026).

Menurut Amithya, keterlibatan pelaku usaha diperlukan agar upaya pengurangan sampah tidak hanya bertumpu pada pemerintah dan masyarakat. Dunia usaha juga dapat berkontribusi melalui pengelolaan limbah, pengurangan plastik sekali pakai, dan pemanfaatan kembali bahan yang masih memiliki nilai ekonomi.

Selain penguatan komunitas, Amithya melihat mahasiswa, pelaku industri kreatif, dan perusahaan rintisan atau startup lokal memiliki peluang untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi.

Salah satu gagasan yang dapat dikembangkan ialah aplikasi food rescue untuk menyalurkan kelebihan makanan dari kafe atau hotel kepada pihak yang membutuhkan sebelum makanan tersebut kedaluwarsa. Platform digital untuk mendukung logistik dan pengelolaan sampah juga dapat menjadi bagian dari inovasi ekonomi hijau.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempertemukan kebutuhan lingkungan dengan kemampuan teknologi dan kreativitas generasi muda. Dengan begitu, upaya mengurangi sampah sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi baru.

Sebagai Ketua DPRD Kota Malang, Amithya menyatakan komitmennya mendukung transisi ekonomi hijau melalui penganggaran yang berpihak pada lingkungan dan pengawasan program secara ketat.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaannya dimulai dari program sederhana yang realistis dan mudah diterapkan. Setiap program perlu dievaluasi secara berkala sebelum diperluas.

“Kita tidak perlu langsung membuat program besar, tetapi memulai dari hal yang realistis, dievaluasi secara berkala, lalu dikembangkan jika terbukti efektif,” pungkas Amithya.

Pendekatan bertahap tersebut diharapkan membuat ekonomi hijau di Kota Malang tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi berkembang melalui praktik nyata di kampung, komunitas, dan sektor usaha. Pengelolaan sampah, pertanian perkotaan, serta inovasi digital dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kegiatan ekonomi yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...