Rabu
14 Oktober 2026 | 10 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jelang Hari Jadi ke-832, Mas Ipin Ajak Warga Jaga Alam: Minimal Jangan Rusak Ekosistem

pdip jatim 260827 meteri bumi nggalek 1

Jelang Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Mas Ipin mengajak warga menjaga kelestarian alam dan tidak merusak ekosistem melalui tradisi Meteri Bumi.

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengajak masyarakat terus menjaga kelestarian alam dengan hidup berdampingan dengan lingkungan. Ia menekankan, menjaga alam setidaknya dapat dimulai dengan tidak merusak maupun mengganggu ekosistem yang telah terpelihara.

Pesan tersebut disampaikan Mas Ipin, sapaan akrab M. Nur Arifin, saat memimpin ritual Meteri Bumi di sumber mata air Sumbergedong, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Rabu (26/8/2026).

Menurut Mas Ipin, tradisi Meteri Bumi bukan sekadar ritual menjelang Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek. Tradisi tersebut menjadi pengingat agar manusia menjaga keharmonisan dengan alam dan menghargai sumber daya yang menopang kehidupan masyarakat.

“Konsepnya sama. Bahwasanya dengan Meteri Bumi ini menjadi bukti kami sebagai manusia terus berusaha menjaga keharmonisan dengan alam,” kata Mas Ipin.

Sumber mata air Sumbergedong sendiri memiliki arti penting bagi masyarakat Desa Gandusari. Mata air tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan warga sekaligus menopang kebutuhan irigasi pertanian.

Keberadaan sumber air itu bahkan tetap terjaga meski memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut membuat petani setempat relatif tidak kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian.

“Pohon ini usianya ratusan tahun dan menjadi penopang sumber air. Maka dari itu panen yang melimpah tak lepas dari melimpahnya sumber air irigasi,” ujar Mas Ipin.

Di sekitar sumber mata air juga tumbuh sejumlah pohon berukuran besar yang telah berusia ratusan tahun. Di antaranya pohon trembesi dan beringin.

Bagi Mas Ipin, keberadaan pohon-pohon tersebut tidak dapat dipisahkan dari kelestarian sumber mata air. Vegetasi yang terjaga membantu mempertahankan ekosistem sekaligus menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta warga tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga ikut menjaga keberlangsungannya.

“Warga harus berdampingan dengan alam. Minimal tidak merusak atau mengganggu ekosistem,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu.

Meteri Bumi merupakan salah satu tradisi yang terus dilestarikan Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjelang puncak Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek pada 31 Agustus 2026.

Sebelumnya, ritual serupa digelar di sumber air Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul. Kali ini tradisi dilaksanakan di sumber mata air Sumbergedong, kompleks makam pepunden Desa Gandusari.

Ritual tersebut dipandu sesepuh masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan diawali doa bersama untuk para leluhur, kemudian dilanjutkan ziarah ke makam di kawasan punden.

Rangkaian ritual kemudian ditutup dengan prosesi memakaikan kain batik pada batang pohon-pohon besar di sekitar sumber mata air.

Prosesi tersebut bukan sekadar simbol budaya. Kain yang dipasang menjadi penanda sekaligus pengingat bagi masyarakat agar keberadaan pohon-pohon tua tersebut tetap dijaga.

Mas Ipin menjelaskan, pohon-pohon besar itu memiliki fungsi penting dalam menjaga keberadaan sumber air. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kelestarian alam berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan mereka.

Dengan sumber air yang tetap terjaga, kebutuhan pertanian masyarakat juga dapat terus terpenuhi.

“Setidaknya menjadi penanda, warga komitmen untuk menjaga alam,” katanya.

Melalui pelestarian tradisi Meteri Bumi, Pemkab Trenggalek berharap pesan menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai ritual tahunan. Nilai tersebut diharapkan menjadi kesadaran bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, kelestarian sumber air, pohon dan ekosistem pada akhirnya bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga menjaga sumber kehidupan masyarakat untuk generasi mendatang. (azz/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kaji Ipuk: Pemkot Surabaya Siapkan 50 Hektare Lahan Makam di Sumberejo

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan lahan cadangan seluas 50 hektare di kawasan ...
MILANGKORI

Dari Desa, Dimas Pratama Merawat Kedekatan dengan Petani Lewat Demang Sambang

TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus ...
LEGISLATIF

Doding Rahmadi Bakal Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Trenggalek

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, merencanakan pembangunan sumur bor untuk mengatasi ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Usulkan MJC Digitalisasi 2.574 Pasar Rakyat Jatim, Libatkan 100 Talenta Muda

SURABAYA – Digitalisasi 2.574 pasar rakyat di Jawa Timur diusulkan melibatkan talenta muda melalui program ...
LEGISLATIF

Ony Setiawan Dorong Tuban Jadi Motor Ekonomi Pantura Berbasis Industri, Maritim, dan Pariwisata

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Ony Setiawan mendorong Kabupaten Tuban dikembangkan sebagai motor ...
LEGISLATIF

Puan Desak Tambahan Pasokan BBM Bali Diikuti Perbaikan Distribusi hingga SPBU

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah dan Pertamina memastikan tambahan pasokan bahan bakar ...