Selasa
08 September 2026 | 1 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Jokowi dan Prabowo Ajak Rakyat Lebih Rileks Hadapi Situasi

pdip-jatim-jokowi-prabowo-naik-kuda

pdip-jatim-jokowi-prabowo-naik-kudaJAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira berpendapat, aksi menunggang kuda antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunjukkan upaya kedua pemimpin untuk mau saling memahami.

Menurut Andreas, kedua negarawan yang pernah bersaing dalam Pilpres 2014 lalu itu  mengajak rakyat lebih rileks dalam menghadapi situasi saat ini.

Hal itu disampaikan Andreas terkait kunjungan Presiden Jokowi ke kediaman Prabowo, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Pertemuan keduanya sejak pukul 13.00 WIB. Tampak hadir Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan.

Di sela pertemuan itu, Jokowi yang mengenakan batik cokelat lengan panjang dengan memakai topi, menaiki kuda berwarna putih. Sedang Prabowo yang memakai kemeja putih lengan panjang juga memakai topi, naik kuda berwarna cokelat.

Andreas menilai, pertemuan Jokowi dengan Prabowo memberikan makna penting untuk situasi negara. Kedua pemimpin itu, sebutnya, mampu mengatasi egonya masing-masing untuk kepentingan yang lebih besar bagi bangsa dan negara.

“Sebagai presiden, Jokowi menunjukkan kerendahan hati dan sikap gentleman untuk berbicara dengan figur tepat untuk bersama meredakan berbagai ketegangan politik. Ini menunjukkan intuisi politik yang tajam,” katanya.

Anggota Komisi I DPR itu juga melihat reaksi Prabowo yang penuh persahabatan menyambut Presiden Jokowi menunjukkan sikap kenegarawanannya. Pertemuan itu, tambah dia, paling tidak memberi kesejukan di tengah isu demo besar pada 4 November depan.

Sementara itu, saat ditanya wartawan mengenai suasana politik menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 mendatang, Presiden Jokowi berharap semua tokoh-tokoh agama ikut mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan.

Tokoh-tokoh politik juga diminta sama, mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan.

Menurut Jokowi, rivalitas antara dirinya dengan Prabowo ada pada saat pemilihan presiden, dan itu merupakan perwujudan demokrasi.

“Tapi setelah itu kita bersama-sama, bahu-membahu membangun negara dari segala sisi. Saya kira itu yang ingin kita sampaikan,” kata Jokowi kepada wartawan, saat di kediaman Prabowo Subianto.

Diakui, mungkin tahun 2019 bisa saja nanti ada rivalitas lagi, tapi setelah itu, bahu-membahu lagi. “Saya kira hal-hal seperti ini yang tadi disampaikan Pak Prabowo tadi di dalam sampai makan,” ungkap Jokowi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...
KRONIK

Widarto Tolak Utang Rp786 Miliar, Warga Hadiahi Tumpeng

JEMBER – Sepotong tumpeng dibawa warga ke gedung DPRD Jember pada Senin (7/9/2026). Tumpeng tersebut untuk ...
LEGISLATIF

DPRD dan Pemkab Magetan Sepakati KUA-PPAS Perubahan 2026, Porsi Sektor Infrastruktur Terbesar

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan bersama Pemerintah Kabupaten Magetan resmi ...
LEGISLATIF

Anggaran KONI Belum Jelas, DPRD Kota Blitar Desak Wali Kota Segera Bertindak

BLITAR – DPRD Kota Blitar mendesak Wali Kota segera mencarikan solusi atas persoalan anggaran KONI Kota Blitar. ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Run Diikuti 1.700 Pelari, Dewi Dorong Jadi Sport Tourism Unggulan

Sebanyak 1.700 pelari mengikuti Kediri Run di SLG. Pemkab Kediri mendorong event tersebut berkembang menjadi daya ...