SURABAYA – PDI Perjuangan Jawa Timur menggalang bantuan untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi gotong royong tersebut melibatkan seluruh elemen partai, mulai pengurus DPC kabupaten/kota, anggota fraksi, kader, hingga simpatisan di seluruh Jawa Timur.
Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rudi Afianto, mengatakan penggalangan bantuan dilakukan sembari menunggu koordinasi dan instruksi dari DPP PDI Perjuangan terkait kemungkinan pengiriman personel ke lokasi bencana.
“Kami mengajak DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Jawa Timur, anggota Fraksi PDI Perjuangan, kader, simpatisan dan seluruh keluarga besar Partai untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita di Flores,” tegas Rudi, Senin (17/8/2026).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8/2026), gempa NTT menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang luka-luka. Selain itu, sebanyak 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
Rudi mengatakan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP Jatim saat ini melakukan sejumlah langkah persiapan, termasuk koordinasi dengan jajaran partai di tingkat pusat. Baguna Jatim siap diterjunkan jika nantinya mendapat penugasan ke wilayah terdampak.
“Pertama, kami keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur menyampaikan rasa prihatin dan solidaritas yang mendalam kepada saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang terdampak gempa,” ungkapnya.
Menurut Rudi, keputusan pengiriman personel dari luar daerah harus berdasarkan pemetaan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, bantuan tenaga maupun logistik yang diberikan tidak tumpang tindih dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Kami dari Baguna Jawa Timur ini masih menunggu koordinasi baik dari DPP maupun DPD sendiri Jawa Timur. Apakah kita akan berangkat atau tidak menuju NTT,” jelasnya.
Baguna Jatim sebelumnya juga pernah diterjunkan untuk membantu penanganan bencana banjir bandang di Sumatera berdasarkan koordinasi dengan jajaran pusat.
“Mungkin DPP akan mengadakan pemetaan dan sebagainya. Apakah nanti dicukupi dari Baguna setempat atau mungkin nanti dari provinsi lain, termasuk Jawa Timur, akan dilibatkan,” imbuh Rudi.
Sembari menunggu instruksi tersebut, penggalangan bantuan di Jawa Timur terus dilakukan. Rudi menegaskan bantuan yang dihimpun akan disesuaikan dengan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya mereka yang berada di pengungsian.
“Prinsipnya, apa yang paling dibutuhkan masyarakat terdampak, itulah yang kita prioritaskan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Rudi menyebut aksi tersebut merupakan bentuk politik kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran partai di tengah masyarakat tidak hanya ketika kondisi normal, tetapi juga saat rakyat menghadapi bencana dan kesulitan.
“Kemerdekaan mengingatkan kita bahwa Indonesia dibangun atas persatuan, solidaritas dan rasa senasib sebagai satu bangsa. Ketika saudara-saudara kita di Flores mengalami bencana, kita di Jawa Timur juga ikut merasakan,” tuturnya.
Selain membantu penanganan bencana di NTT, Baguna Jatim juga terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Jawa Timur. Pelatihan dan kegiatan mitigasi dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko ketika bencana terjadi.
Rudi mengimbau pemerintah daerah di Jawa Timur untuk memperkuat langkah preventif dan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing.
“Bagaimana para bupati, wali kota, dan para aparat itu siap siaga, berhati-hati, mengantisipasi apabila terjadi bencana. Karena kalau kegiatan antisipasi itu maksimal, setidak-tidaknya akan meminimalisir dampak dari bencana,” pungkasnya. (nia/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













