SURABAYA – Banteng Jatim FC menunjukkan kebangkitan di Soekarno Cup 2026. Setelah sebelumnya hanya meraih hasil imbang, tim tuan rumah tampil lebih percaya diri dan menundukkan Banteng Maluku Raya dengan skor 2-0 pada laga penyisihan Grup A di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Sabtu (15/8/2026) malam.
Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tambahan tiga poin bagi Banteng Jatim. Performa yang semakin berkembang juga menjadi sinyal positif bagi tim juara bertahan untuk kembali memburu gelar Soekarno Cup 2026.
Pelatih Banteng Jatim, Hendra Setiawan, menilai kemenangan tersebut menunjukkan adanya perkembangan signifikan, terutama dari sisi mental para pemain muda.
“Terutama mentalnya anak-anak sudah mulai pulih terus-menerus meningkat. Hari ini, dari hari ke hari anak-anak ada progres untuk mentalitas. Sekarang anak-anak mulai berani pegang bola, berani memainkan dengan ciri khas kita,” ujar Hendra seusai pertandingan.
Banteng Jatim langsung menunjukkan agresivitas sejak awal pertandingan. Mereka membuka keunggulan pada menit ke-16 dan mampu mempertahankan skor 1-0 hingga turun minum.
Pada babak kedua, tim Jawa Timur kembali mencetak gol untuk memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengamankan tiga poin.
Menurut Hendra, perkembangan mental pemain menjadi modal penting karena Soekarno Cup bukan hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga keberanian menghadapi tekanan pertandingan.
Ia melihat para pemain mulai lebih nyaman menguasai bola dan berani memainkan pola permainan yang menjadi karakter tim.

Meski demikian, Hendra meminta anak asuhnya tidak terlena dengan kemenangan. Ia menilai masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama ketenangan pemain ketika menguasai bola dan menikmati permainan.
“Kalau evaluasi mungkin anak-anak lebih tenang lagi, lebih enjoy lagi, lebih dinikmatin saja. Kalau kita lebih enjoy, insya Allah permainan akan muncul lebih jauh, lebih baik lagi,” katanya.
Manajer Banteng Jatim FC Didik Prasetiyono mengapresiasi kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh ofisial yang telah mempersiapkan tim sejak jauh hari.
“Alhamdulillah, tiga poin malam ini patut kami syukuri. Terima kasih kepada anak-anak yang sudah bekerja keras di lapangan, juga kepada tim pelatih dan seluruh ofisial. Mereka sudah menjalani latihan dan persiapan yang panjang. Kemenangan ini adalah hasil kerja bersama seluruh tim,” ujar Didik.
Bagi Didik, perkembangan permainan menjadi hal yang tidak kalah penting dari skor akhir. Organisasi permainan dinilai semakin rapi, kerja sama antarpemain mulai terbentuk, dan kepercayaan diri dalam memainkan bola semakin terlihat.
“Kami melihat permainan anak-anak semakin baik. Organisasi permainan semakin rapi, kerja sama semakin terbentuk, dan mereka semakin percaya diri memainkan bola. Bagi kami ini penting karena menunjukkan proses latihan yang dijalani selama ini mulai terlihat di pertandingan,” katanya.
Banteng Jatim datang ke Soekarno Cup 2026 dengan status sebagai juara bertahan. Namun, Didik menegaskan status tersebut tidak boleh menjadi beban bagi pemain.
Sebaliknya, setiap pertandingan harus tetap dijalani sebagai bagian dari proses pembinaan pemain muda.

“Kemenangan tentu penting dan kami syukuri, tetapi anak-anak masih harus terus belajar dan berkembang. Yang membanggakan bagi kami adalah melihat mereka bekerja keras, saling membantu dan semakin bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya.
Didik meminta para pemain tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Menurutnya, perjalanan menuju gelar juara masih panjang dan membutuhkan konsistensi dalam setiap pertandingan.
“Kami ingin tetap rendah hati. Setiap pertandingan kami jalani sebagai bagian dari proses. Terima kasih untuk perjuangan seluruh pemain, pelatih dan ofisial malam ini. Semoga anak-anak terus berkembang dan kami bisa terus memberikan yang terbaik untuk Jawa Timur,” ujarnya.
Di kubu Banteng Maluku Raya, pelatih Halid Latuamury mengakui keunggulan Banteng Jatim. Ia menyebut dua gol yang bersarang ke gawang timnya tidak lepas dari persoalan komunikasi di lini pertahanan.
“Dua gol tadi itu kesalahan komunikasi antara pemain belakang dan kiper, jadi murni karena kesalahan pemain,” ungkap Halid.
Halid juga mengakui persiapan tim yang relatif singkat menjadi salah satu kendala dalam menghadapi turnamen.
Ia berharap evaluasi segera dilakukan agar tim Maluku dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk kompetisi berikutnya. “Ke depannya kita akan evaluasi lagi untuk mengikuti tahun 2027. Harapan nanti kita lebih maksimal lagi untuk persiapan,” katanya.
Bagi Banteng Jatim, kemenangan 2-0 tersebut menjadi lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Mental yang mulai pulih, permainan yang semakin matang, dan kepercayaan diri yang tumbuh menjadi modal untuk melanjutkan perburuan gelar juara Soekarno Cup 2026. (nia/pr)
Baca juga: Soekarno Cup Hentikan Sejenak Pertandingan, Doakan Korban Gempa NTT dan Sumatera
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












