Rabu
07 Oktober 2026 | 4 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Nganjuk Ajak Jihad Perangi Kebodohan

pdip-jatim-taufiq-hari-santri

pdip-jatim-taufiq-hari-santriNGANJUK – Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggelorakan semangat jihad dalam memerangi kebodohan.

Hal ini disampaikan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman MKP saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016, Sabtu (22/10/2016) di halaman GOR Bung Karno, Kelurahan Begadung Kecamatan Nganjuk.

Menurut Taufiq, kemajuan zaman di era globalisasi ini tidak dapat dielakkan, begitu banyak godaan dan gangguan terhadap para generasi penerus bangsa.

“Mari kita bersama-sama jihad dalam memerangi kebodohan serta ketinggalan dalam bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan agar generasi santri yang akan datang tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak moral,” ajak Taufiq.

Tampak hadir unsur Forum Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Drs Puji Santoso, Kapolres Nganjuk, Dandim 0810 dan Wakil Bupati Nganjuk. Juga para alim ulama, pengurus Syuriah, Tanfidziah Nahdlatul Ulama Cabang Nganjuk, Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Nganjuk, pengurus Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU se-Kabupaten Nganjuk.

Sedang peserta upacara terdiri dari santri pondok pesantren, SMA, SMK, MA, SMP, MTS, MI dan Madrasah Diniyah se Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan itu, Taufiq juga mengatakan, peringatan hari santri harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh eksistensi semua elemen bangsa agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, maju, sejahtera, adil dan makmur.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini juga menyampaikan ucapan selamat atas ditetapkannya peristiwa resolusi jihad sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Republik Indonesia yang tertuang pada Keppres Nomor 22 tahun 2015.

“Penetapan Hari Santri oleh presiden mempunyai runtutan sejarah penting tentang upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa ini, di mana peran santri saat perang kemerdekaan rela berjuang dengan para kiai melawan penjajah,” tambah dia.

Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai salah satu pesan luhur yang berlaku untuk santri. “Santri adalah mereka yang tidak melawan adanya sejarah bangsa dan santri adalah para pecinta ilmu yang cinta kepada negaranya,” pungkasnya.  (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...
KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...
LEGISLATIF

Gen Z Kutisari Gerakkan Ekonomi Kampung, Anas Karno: Patut Diteladani

SURABAYA – Upaya generasi muda di Kutisari, Surabaya, membangun usaha produktif untuk menggerakkan perekonomian ...