Sabtu
08 Agustus 2026 | 11 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Nganjuk Ajak Jihad Perangi Kebodohan

pdip-jatim-taufiq-hari-santri

pdip-jatim-taufiq-hari-santriNGANJUK – Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggelorakan semangat jihad dalam memerangi kebodohan.

Hal ini disampaikan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman MKP saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2016, Sabtu (22/10/2016) di halaman GOR Bung Karno, Kelurahan Begadung Kecamatan Nganjuk.

Menurut Taufiq, kemajuan zaman di era globalisasi ini tidak dapat dielakkan, begitu banyak godaan dan gangguan terhadap para generasi penerus bangsa.

“Mari kita bersama-sama jihad dalam memerangi kebodohan serta ketinggalan dalam bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan agar generasi santri yang akan datang tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak moral,” ajak Taufiq.

Tampak hadir unsur Forum Pimpinan Daerah, Ketua DPRD Drs Puji Santoso, Kapolres Nganjuk, Dandim 0810 dan Wakil Bupati Nganjuk. Juga para alim ulama, pengurus Syuriah, Tanfidziah Nahdlatul Ulama Cabang Nganjuk, Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Nganjuk, pengurus Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan IPPNU se-Kabupaten Nganjuk.

Sedang peserta upacara terdiri dari santri pondok pesantren, SMA, SMK, MA, SMP, MTS, MI dan Madrasah Diniyah se Kabupaten Nganjuk.

Pada kesempatan itu, Taufiq juga mengatakan, peringatan hari santri harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh eksistensi semua elemen bangsa agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, maju, sejahtera, adil dan makmur.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini juga menyampaikan ucapan selamat atas ditetapkannya peristiwa resolusi jihad sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden Republik Indonesia yang tertuang pada Keppres Nomor 22 tahun 2015.

“Penetapan Hari Santri oleh presiden mempunyai runtutan sejarah penting tentang upaya mempertahankan kemerdekaan bangsa ini, di mana peran santri saat perang kemerdekaan rela berjuang dengan para kiai melawan penjajah,” tambah dia.

Peringatan Hari Santri yang dilaksanakan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai salah satu pesan luhur yang berlaku untuk santri. “Santri adalah mereka yang tidak melawan adanya sejarah bangsa dan santri adalah para pecinta ilmu yang cinta kepada negaranya,” pungkasnya.  (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Pelatihan Pupuk Organik di Kanor Bojonegoro, Solusi Petani Tekan Biaya dan Rawat Tanah

BOJONEGORO – Tingginya harga pupuk kimia yang mengerek beban biaya produksi memicu gerakan kemandirian tani di ...
HEADLINE

Soekarno Cup Bukan Sekadar Sepak Bola, tapi Membangun Karakter Bangsa

Said Abdullah menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi sarana membangun karakter ...
SEMENTARA ITU...

Dukung PKDI Lumajang di Cup II 2026, Agus Wicaksono Targetkan Juara

LUMAJANG — Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, H. Agus Wicaksono SSos, hadir langsung ...
KABAR CABANG

Musran dan Musranran se Kecamatan Sumbergempol Selesai, Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KRONIK

PUDAM Bangkalan Sehat dan Berprestasi, Bupati Lukman Targetkan Peningkatan PAD

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan peran penting perusahaan daerah terhadap peningkatan ...
SEMENTARA ITU...

Rijanto: Blitaria Expo Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Kabupaten Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan Festival Manggih Raharjo Blitaria Expo bukan sekadar perayaan Hari Jadi ...