SURABAYA – PAC PDI Perjuangan Sukomanunggal mengajak generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk lebih memahami politik dan demokrasi guna menghindari sikap apatis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ajakan tersebut disampaikan dalam diskusi kepemudaan bertajuk Menggugah Nalar Kesadaran Gen Z Sukomanunggal yang digelar di Double-O Coffee, Surabaya, Kamis (18/6/2026) malam, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Kegiatan menghadirkan Juru Bicara PDI Perjuangan Seno Bagaskoro sebagai narasumber dan diikuti pengurus partai serta kalangan generasi muda yang antusias berdiskusi mengenai berbagai isu kebangsaan dan masa depan anak muda.
Ketua PAC PDI Perjuangan Sukomanunggal Totok mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada Gen Z mengenai pentingnya politik dalam sistem demokrasi Indonesia.
“Pada malam hari ini kita berkumpul santai untuk memberikan pemahaman kepada Gen Z bahwa politik itu sangat penting. Kita hidup di negara demokrasi dan demokrasi tidak bisa dilepaskan dari politik,” kata Totok.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus kepemimpinan bangsa sehingga perlu dibekali pemahaman politik yang memadai agar mampu berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.
Totok menilai, kemampuan Gen Z dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi digital harus diimbangi dengan pemahaman politik, kebangsaan, dan demokrasi agar tumbuh menjadi generasi yang kritis serta peduli terhadap masa depan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa minimnya pemahaman politik berpotensi melahirkan sikap apatis di kalangan generasi muda. “Kalau tidak dipahami, maka akan muncul sikap apatis terhadap politik. Padahal kita hidup dalam negara demokrasi yang tidak akan lepas dari politik,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara PDI Perjuangan Seno Bagaskoro menegaskan bahwa Bulan Bung Karno memiliki keterkaitan erat dengan Kota Surabaya sebagai salah satu kota yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan hidup Sang Proklamator.
Menurutnya, diskusi bersama anak muda menjadi penting karena semangat perjuangan Bung Karno memiliki relevansi dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Di Bulan Bung Karno ini sangat lekat dengan Surabaya. Apalagi Sukomanunggal memiliki potensi anak muda yang besar dengan jumlah yang signifikan. Karena itu sangat penting membicarakan Bung Karno di Sukomanunggal,” kata Seno.
Dalam forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda turut menjadi pembahasan, mulai dari kebutuhan lapangan pekerjaan, akses pendidikan berkualitas, kesadaran sejarah, hingga kemampuan beradaptasi dalam pergaulan global.
“Bagaimana negara hadir untuk anak-anak muda, memberikan lapangan pekerjaan, memberikan akses pendidikan yang berkualitas, memberikan kesadaran sejarah sekaligus kesadaran bergaul dalam tata pergaulan dunia. Itu semua kami bahas dengan spirit Bung Karno,” ujarnya.
Seno menilai diskusi di warung kopi menjadi ruang yang efektif untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, sebagai partai yang lahir dan tumbuh bersama rakyat, PDI Perjuangan harus terus hadir di tengah masyarakat dan mendengar langsung aspirasi mereka.
“Warung kopi adalah tempat masyarakat sehari-hari berkumpul. Maka konsolidasi partai harus kembali di tengah rakyat, bersama nelayan, petani, pekerja, dan anak-anak muda,” tuturnya.
Diskusi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar PAC PDI Perjuangan Sukomanunggal dengan semangat “Berdiskusi, Berpikir Kritis, dan Bergerak” guna mendorong generasi muda lebih aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan. (gio/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










