Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mendagri Tjahjo: Tindak Tegas Provokator di Pilkada 2017

pdip-jatim-tjahjo-berpeci

pdip-jatim-tjahjo-berpeciJAKARTA – Mendagri Tjahjo Kumolo minta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Polri menindak tegas penyebar isu sensitif yang dapat merusak pesta demokrasi Pilkada 2017. Isu sensitif itu utamanya terkait suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

“Kami minta Bawaslu dan kepolisian menindak tegas provokator yang mengembangkan isu tidak benar,” kata Tjahjo di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Isu SARA, sebut Tjahjo, dapat merusak suasana demokratis yang terjadi saat pilkada berlangsung. Dia juga mengimbau masyarakat, peserta pemilu, dan parpol untuk menjaga penyelenggaraan pikada tetap berjalan kondusif dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

“Pilkada 2017 harus menjaga kebersamaan, rasa persatuan dan kesatuan,” ujarnya.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan itu juga berharap Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, TNI, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), membuat deteksi dini terhadap potensi keamanan saat penyelenggaran pilkada Februari mendatang.

“Jangan sampai timbul masalah-masalah sekecil apa pun yang menganggu proses pilkada di semua daerah,” harapnya.

Dia menyebutkan, ada dua daerah yang paling banyak menyelenggarakan pilkada dan harus dicermati secara seksama, yakni Aceh dan Papua.

Selain kedua daerah itu, kata dia, Jakarta memiliki potensi untuk dicermati dengan seksama. “DKI Jakarta ini bergerak dengan keras,” sebut Tjahjo.

Meski demikian, dia bersyukur masyarakat Jakarta telah cukup dewasa dan cerdas dalam meminimalisir potensi kemanan saat pilkada. Sehingga, hak pilih masyarakat dapat dioptimalkan.

“Hak pilih masyarakat harus dioptimalkan untuk memilih sesuai nurani, sesuai pilihan politik untuk pilih kepala daerah yang mampu menangani daerahnya dengan baik,” ucap Tjahjo.

Sebelumnya, Bawaslu membuat indeks kerawanan pemilu (IKP) untuk melakukan pemetaaan terhadap 101 daerah. IKP dibagi menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, rendah.

Pengawasan daerah akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan yang tertera di IKP. Daerah dengan tingkat kerawanan tinggi di antaranya Papua Barat, Aceh, dan Banten. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...