Rabu
19 Agustus 2026 | 1 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dari Jual Bubur ke Tanah Suci: Kisah Mbah Marsiyah, CJH Tertua yang Dapat Kursi Roda dari Mas Dhito

pdip jatim 260430 cjh tertua 1

Kisah Mbah Marsiyah (105), CJH tertua Indonesia asal Kediri, yang menabung dari jual bubur hingga berangkat haji dan mendapat kursi roda dari Mas Dhito.

KEDIRI — Hari itu, Rabu (29/4/2026), Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mendatangi sebuah rumah sederhana di Desa Bulu, Kecamatan Semen.

Bupati muda tersebut datang membawa sesuatu yang sederhana—namun penuh makna: sebuah kursi roda.

Yang ia datangi adalah rumah Mbah Marsiyah, perempuan 105 tahun, yang disebut sebagai calon jamaah haji (CJH) tertua di Indonesia tahun ini.

“Yang dibutuhkan hanya kursi roda,” ujar Mas Dhito, usai menyapa langsung Mbah Marsiyah.

Namun sebenarnya, yang dibawa bukan sekadar kursi roda. Ada perhatian. Ada penghormatan. Dan ada cerita panjang yang akhirnya menemukan ujungnya: berangkat ke Tanah Suci.

Di usia lebih dari satu abad, Mbah Marsiyah tak sekadar bertahan. Ia masih ingat. Masih paham. Masih bisa bercerita.

Mas Dhito pun mengaku takjub.

Secara fisik, Mbah Marsiyah memang sudah renta. Tapi secara kognitif, ia masih sangat baik. Bahkan bisa diajak ngobrol ringan, penuh kesadaran.

Harapan pun menguat: perjalanan hajinya tahun ini bukan sekadar mungkin—tapi insya Allah bisa dijalani dengan baik.

Apalagi, ia tidak sendiri. Anak keduanya, Muidah (63), akan mendampingi sepanjang perjalanan ibadah.

Perjalanan Mbah Marsiyah bukan cerita instan.

Puluhan tahun lalu, keinginan berhaji sudah tumbuh. Tapi keinginan saja tidak cukup. Ia menabung. Sedikit demi sedikit. Dari hasil jualan bubur.

“Kawit sadean niko pingin minggah haji,” tuturnya pelan.

Namun jalan tidak selalu mulus.

Tahun 2014, lapak buburnya terdampak pasir letusan Gunung Kelud. Usaha berhenti. Tapi mimpi tidak.

Ia tetap menabung, sekuat yang ia bisa. Hingga akhirnya, 2026 menjadi jawaban dari doa panjang itu.

Mas Dhito memastikan, jamaah lansia seperti Mbah Marsiyah akan mendapat perhatian khusus.

Tahun ini, sekitar enam petugas pendamping haji daerah disiapkan untuk mendampingi lebih dari seribu CJH dari Kabupaten Kediri.

“Jamaah lansia menjadi fokus kita,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu.

Kursi roda yang diberikan bukan sekadar alat bantu. Tapi bagian dari ikhtiar agar ibadah bisa dijalani dengan lebih ringan.

Pertemuan itu ditutup sederhana. Tidak ada seremoni panjang. Hanya obrolan ringan. Doa. Dan satu hal kecil yang justru terasa hangat: oleh-oleh jeruk dari Mbah Marsiyah.

“Tadi saya nitip doa, juga dibekali jeruk biar dapat barokahnya,” ujar Mas Dhito sambil tersenyum.

Di sisi lain, Mbah Marsiyah hanya menjawab singkat, tapi cukup untuk menjelaskan segalanya. “Nggih remen,” katanya. Ia bahagia.

Kisah Mbah Marsiyah bukan hanya tentang haji.

Ini tentang ketekunan. Tentang sabar yang tidak banyak bicara. Tentang mimpi yang tidak padam meski usia sudah melewati satu abad.

Dari mangkuk bubur sederhana, menuju langkah-langkah kecil di Tanah Suci.

Dan mungkin, di situlah letak keindahannya: bahwa doa yang dijaga lama, selalu menemukan jalannya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Anggaran Stiker Penanda Penerima Bansos Rp2,8 Miliar Dipangkas

JEMBER – Dua anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho dan Indi Naidha, meminta Pemerintah ...
KABAR CABANG

Jaranan, Cara Seniman Trenggalek Memaknai Kemerdekaan

TRENGGALEK – Suara gamelan menggema dari halaman kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Senin malam ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5000 Pekerja Informal BPJS Ketenagakerjaan

BANYUWANGI – Gerakan sosial Aparatur Sipil Negara (ASN) Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Dalam program yang ...
KRONIK

HUT Kemerdekaan RI, Hj. Ansari PDIP Tegaskan Pentingnya Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat

PAMEKASAN – Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai tidak boleh sebatas menjadi seremonial tahunan. ...
KRONIK

Pemain Soekarno Cup Salurkan Hasil Gotong Royong bagi Mahasiswa NTT di Surabaya

SURABAYA – Di tengah kekhawatiran mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Surabaya terhadap keluarga mereka ...
KABAR CABANG

Pesan Ahok untuk Kader PDIP Madiun: Dengarkan Jeritan Rakyat, Jangan Hanya Saat Butuh Dukungan

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpesan kepada kader PDIP Kota Madiun agar tidak hanya hadir saat butuh dukungan ...