Rabu
21 Oktober 2026 | 5 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Meneladani Raden Ayu Srihuning, “Kartini” dari Bojonegoro

IMG-20260422-WA0015_copy_765x558

BOJONEGORO – Di tengah deru modernisasi, jejak kepahlawanan perempuan nusantara kembali digali sebagai semangat perjuangan bagi pembangunan bangsa.

Sejumlah kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro melakukan ziarah ke makam Raden Ayu Srihuning di Makam Buyut Ndalem, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026).

Ziarah sebagai upaya merefleksikan kembali peran perempuan sebagai tiang peradaban.

​Raden Ayu Srihuning bukan sekadar nama dalam dongeng rakyat. Ia adalah representasi nyata dari keterpaduan antara kecantikan, keteguhan prinsip, dan patriotisme yang melintasi tiga wilayah: Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.

​Simbol Keteguhan dan Bela Negara

​Kisah Srihuning adalah narasi tentang pengabdian yang tuntas. Dalam sejarahnya, ia dikenal sebagai sosok yang berani turun ke medan laga demi mempertahankan kedaulatan wilayahnya dari serangan Kadipaten Lamongan.

Gugurnya Srihuning di medan perang menjadi bukti bahwa peran perempuan dalam bela negara telah mengakar jauh sebelum istilah kesetaraan gender populer di masa modern.

​Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menegaskan bahwa ziarah ini adalah bentuk penghormatan terhadap peran strategis wanita.

“Beliau adalah sosok yang teguh. Tidak hanya ikut berperang saat negara diserang, tetapi juga memperjuangkan peradaban melalui seni budaya,” ujarnya di sela-sela kegiatan tabur bunga.

​Melestarikan Budaya Melalui Canting

​Warisan Srihuning kini tidak hanya dikenang melalui doa, tetapi juga melalui goresan tinta di atas kain. Spirit perjuangannya telah divisualisasikan menjadi Batik Srihuning, sebuah motif yang kini menjadi identitas kebanggaan masyarakat Bojonegoro.

​Secara estetika, motif batik ini merepresentasikan perpaduan antara kelembutan kasih sayang dan kekuatan tekad.

Penggunaan motif Srihuning dalam busana malam merupakan upaya untuk membawa narasi sejarah ke dalam ruang kontemporer, memastikan bahwa nilai-nilai perjuangannya tetap relevan bagi generasi muda.

​Pendidik Pertama dan Penggerak Sosial

​Ziarah ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa perempuan adalah pendidik pertama dalam keluarga.

Dalam konteks pembangunan saat ini, kemampuan multitasking perempuan dianggap krusial dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta menjaga ketahanan ekonomi dan sosial.

​”Mempunyai sifat keteguhan mempertahankan cinta sucinya serta pengabdian yang tinggi, Raden Ayu Srihuning adalah teladan perempuan di sepanjang zaman,” tambah Bambang.

​Melalui peringatan ini, sosok Srihuning diharapkan tidak lagi menjadi “pahlawan yang terlupakan,” melainkan menjadi inspirasi bagi perempuan di Jawa Timur untuk terus berkontribusi dalam politik, seni, dan pembangunan tanpa kehilangan jati diri budayanya.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...