SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa potensi perikanan Sumenep sangat besar, namun membutuhkan dukungan kemitraan strategis agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin memastikan hasil perikanan Sumenep mampu menembus pasar yang lebih luas dengan kualitas yang terjamin dan berdaya saing tinggi,” ujar Fauzi.
Hal itu disampaikan Fauzi saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tripartit tentang kemitraan rantai pasok komoditas hasil perikanan, di Jakarta, pada Senin (13/4/2026).
Kerja sama strategis ini melibatkan Pemkab Sumenep, PT Perikanan Indonesia, dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Besar Kantor Pusat PT Perikanan Indonesia, Jalan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fauzi didampingi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agus Sulistiyono.
Fauzi menegaskan, kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem rantai pasok perikanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Juga memastikan nelayan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar dari setiap hasil tangkapan mereka,” jelas pria yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agus Sulistiyono, menambahkan, kerja sama tersebut akan difokuskan pada penguatan sistem distribusi, peningkatan kualitas produk, hingga pengembangan hilirisasi hasil perikanan.
“Ke depan, kami akan mendorong sistem rantai pasok yang lebih efisien dan terintegrasi, sehingga hasil perikanan dari nelayan Sumenep tidak hanya terserap dengan baik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, pihaknya siap mengawal implementasi kerja sama tersebut agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat nelayan.
“Ini bukan sekadar penandatanganan MoU, tetapi bagaimana kami memastikan program ini berjalan efektif di lapangan dan dirasakan langsung oleh para nelayan,” terangnya.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sektor perikanan di Kabupaten Sumenep, sekaligus membuka peluang investasi serta meningkatkan kesejahteraan nelayan sebagai ujung tombak ekonomi maritim daerah. (hzm/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













