MOJOKERTO — Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan terus dilakukan melalui dukungan nyata kepada pelaku usaha kecil. Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menyalurkan bantuan paket peralatan produksi furniture bambu kepada tiga kelompok usaha di Kabupaten Mojokerto.
Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Desa Ngareskidul, Kecamatan Gedeg, Kamis (12/2/2026). Program ini menjadi penyaluran CSR pertama BRI pada tahun 2026.
Tiga kelompok penerima bantuan tersebut yakni Kelompok Furniture Bambu, Kelompok Ekonomi Kreatif Cikal, dan Kelompok Maju Makmur. Bantuan yang diberikan berupa kompresor, bor, gergaji, serta peralatan pendukung lainnya untuk menunjang proses produksi.
Menurut Banyu Biru, bantuan alat produksi dipilih agar memberi dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas usaha. “Yang kita berikan ini alat kerja, alat produksi. Tujuannya supaya UMKM bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya,” ujarnya, dikutip Jumat (13/2/2026).

Politisi PDI Perjuangan ini menilai penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan peralatan, tetapi juga perlu didukung akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“KUR di bawah Rp100 juta sekarang bisa tanpa agunan. Bahkan ke depan ada alokasi tambahan untuk sektor ekonomi kreatif hingga Rp10 triliun dengan plafon maksimal Rp500 juta. Harapannya, kelompok usaha ini bisa naik kelas dan lebih profesional,” tambahnya.
Banyu Biru juga mengingatkan pentingnya pengelolaan bantuan secara tertib agar benar-benar menjadi aset produktif yang memberi manfaat jangka panjang.
Kepala Desa Ngareskidul, Yasin Hidayat Kariyadi, menyampaikan apresiasi atas realisasi bantuan tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Banyu Biru dan BRI. Alhamdulillah, ikhtiar yang kami ajukan beberapa tahun lalu akhirnya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Mojokerto, R. Bobby Meidika Putra, menyebut bantuan ini sebagai bagian dari komitmen BRI dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Bantuan ini mungkin terlihat sederhana, tetapi kami berharap benar-benar dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dengan dukungan peralatan produksi tersebut, diharapkan UMKM di Kecamatan Gedeg semakin berkembang, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian desa. (yos/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










