Selasa
03 November 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Prioritaskan Rutilahu untuk Warga Desil 1–5

pdip jatim 260210 ec

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan akan memprioritaskan program rumah tidak layak huni (Rutilahu) bagi warga yang masuk kategori desil 1 hingga 5. Kebijakan ini ditempuh agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan selaras dengan arahan pemerintah pusat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, selama ini banyak bantuan yang masuk sehingga perlu penataan ulang agar sesuai dengan aturan terbaru. “Jadi kita akan lihat, kita akan tata, karena banyak (bantuan) yang masuk, kita tata lagi dari hanya desil 1 sampai 5,” ujar Eri, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya bantuan Rutilahu masih dapat diberikan kepada warga di atas desil 5. Namun, sesuai arahan presiden, saat ini bantuan diprioritaskan bagi masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Kalau dulu di atas 5 pun masuk semua, sekarang kan Pak Presiden sudah mengatakan (desil) 1 sampai 5, ya kita dahulukan dulu,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Eri, langkah yang selama ini dijalankan Pemkot Surabaya pada dasarnya sudah berada di jalur yang benar. Meski demikian, ke depan penyaluran bantuan harus dilakukan lebih tertib dan berkeadilan. Ia juga mengajak warga yang memiliki rezeki lebih untuk bergotong royong membantu sesama.

“Saya berharap seluruh warga Kota Surabaya yang diberikan rezeki oleh Tuhan, ayo sama-sama kita membangun gotong royong, membantu saudara-saudara kita. Kita ini bersatu, satu keluarga, saling membantu satu dengan yang lainnya, dengan cinta,” tuturnya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya telah membangun dan merenovasi lebih dari 7.000 rumah melalui program Rutilahu. Namun, sebagian di antaranya tidak seluruhnya masuk kategori desil 1 sampai 5 karena ditangani dalam kondisi darurat, seperti rumah roboh.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Surabaya berharap program Rutilahu dapat berjalan lebih adil, tertib, dan benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.

“Yang penting kita akan data, nanti datanya kita sampaikan. Karena kita punya target menyelesaikan desil 1 sampai 5. Biar adil dan sesuai aturan, ya kita utamakan desil 1 sampai 5,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...