Senin
24 Agustus 2026 | 3 : 59

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tekanan Global Meningkat, Novita Dorong Industri Hijau Berbasis Keadilan Ekonomi

pdip jatim 260131 nh

LAMPUNG — Ketidakpastian ekonomi global kian menekan industri nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah, lonjakan harga energi, hingga ketegangan geopolitik menjadi kombinasi ancaman serius bagi keberlanjutan sektor industri dalam negeri.

Menyikapi kondisi tersebut, Komisi VII DPR RI melakukan pengawasan langsung terhadap implementasi transformasi industri hijau (green industry) sebagai strategi bertahan di tengah krisis global. Salah satu yang menjadi sorotan adalah langkah PT Japfa Comfeed Indonesia di Provinsi Lampung.

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan, tekanan ekonomi global kini berdampak langsung, tidak hanya pada industri besar, tapi juga hingga ke tingkat rumah tangga dan petani.

“Tekanan ekonomi hari ini nyata dirasakan masyarakat dan pelaku industri. Kenaikan harga energi berdampak langsung pada biaya produksi. Tanpa transformasi yang serius dan berkelanjutan, industri nasional berisiko stagnan bahkan tergerus krisis global,” ujar Novita usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, Jumat (30/1/2026).

Dia mengapresiasi langkah awal PT Japfa yang mulai memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi terbarukan. Namun, Novita mengingatkan bahwa konsep industri hijau tidak boleh berhenti pada simbol atau sekadar penggantian sumber listrik.

“Green industry bukan hanya soal panel surya. Transformasi harus menyentuh manajemen limbah, perlindungan ekosistem, efisiensi sumber daya, serta dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Jika tidak, konsep hijau hanya akan menjadi jargon,” tegasnya.

Politisi muda PDI Perjuangan ini mendorong PT Japfa untuk menjadi pilot project industri hijau di sektor pangan yang menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Selain aspek lingkungan, legislator perempuan satu-satunya dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini juga menyoroti pentingnya keadilan ekonomi dalam ekosistem industri pangan.

Dia mengingatkan agar perusahaan besar tidak bergerak secara eksklusif dan menutup ruang bagi pelaku usaha kecil.

“Sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden tentang kemandirian dan kedaulatan pangan, industri besar tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada ruang kolaborasi nyata bagi UMKM dan usaha mikro, agar manfaat kemajuan industri dirasakan hingga ke lapisan ekonomi terbawah,” ujar Novita.

Menurutnya, keberhasilan transformasi industri hijau tidak hanya diukur dari efisiensi energi atau capaian produksi, tapi dari kemampuan industri bertahan di tengah krisis global, menjaga lingkungan, dan menciptakan keadilan ekonomi.

“Kalau tidak berani berubah sekarang, industri nasional bukan hanya kalah bersaing, tetapi bisa tergilas oleh krisis global,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...