Senin
24 Agustus 2026 | 3 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Survei LSI Denny JA: 66% Responden Tak Setuju Usulan Pilkada Lewat DPRD

pdip-jatim-250107-kotak-suara-pilkada-pemilu

JAKARTA – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terkait usulan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Dalam survei ini disebutkan mayoritas responden tidak setuju dengan pilkada melalui DPRD, yang paling keras menolak adalah Gen Z.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan metodologi survei adalah multi-stage random sampling, dengan jumlah responden 1.200 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Adapun margin of error plus minus 2,9 persen. Survei dilakukan pada 10-19 Oktober 2025 dan dilengkapi dengan riset kualitatif.

Baca juga: Tegas Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung, Deni Wicaksono: Kemunduran Demokrasi!

Responden diberi pertanyaan ‘Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD’. Hasilnya 66,1 persen menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali.

Berikut rinciannya:

– Kurang setuju/tidak setuju sama sekali: 66,1%
– Sangat setuju/cukup setuju: 28,6%
– Tidak tahu/tidak jawab: 5,3%

“Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD,” kata Ardian Sopa saat merilis hasil survei di Jakarta, sebagaimana dilansir dari detik.com, Rabu (7/1/2026).

Ardian mengatakan penolakan ini terjadi di lintas gender. Bahkan, kata dia, mayoritas masyarakat yang tinggal di desa ataupun di kota juga menolak wacana pilkada dipilih DPRD.

“Mereka yang tinggal di pedesaan menolak, secara mayoritas terhadap pilkada DPRD maupun yang ada di perkotaan menolak pilkada DPRD,” katanya.

Lebih lanjut, Ardian mengatakan penolakan ini utamanya datang dari Generasi Z, yakni pada anak muda yang berusia di bawah 27 tahun. Dia mengatakan generasi Z paling keras menolak usulan ini.

Berikut hasilnya:

– Generasi Z (base 11,5): 15,4% sangat setuju/cukup setuju; 84,0% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 0,6%.

– Milenial (base 35,3): 19,4 sangat setuju/cukup setuju; 71,4 menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 9,2%.

– Generasi X (base 35,0): 37,5 sangat setuju/cukup setuju; 60,0,0% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 2,5%.

– Baby boomer (base 18,2%): 36,4 sangat setuju/cukup setuju; 63,0% menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali; tidak tahu/tidak jawab 0,6%.

“Terlihat memang bahwa Gen Z memang paling keras menolak pilkada DPRD,” katanya.

Pemilih Parpol Juga Menolak

Pada segmentasi pemilih partai politik, Ardian juga mengungkapkan mereka mayoritas menolak. Paling tinggi penolakan datang dari pemilih Partai Gerindra, disusul PDIP, PKB, dan Golkar.

“Ternyata kita tanyakan kepada konstituennya seperti apa, misal Gerindra ternyata mayoritas bahkan angkanya 74,5 persen menyatakan kurang setuju atau tidak sama sekali. Kemudian PDIP 56,3 persen menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali, begitu juga PKB 67,5 persen menyatakan tidak setuju/kurang setuju pilkada DPRD, dan Golkar sebagai partai yang mengusulkan ide ini ternyata pemilihnya menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali di angka 58,3 persen,” ungkapnya.

“Jadi dari data ini memperlihatkan apa yang disuarakan oleh pemimpin elite partai ternyata belum diamini oleh pemilih partai yang bersangkutan,” imbuhnya.

Pada pemilih calon presiden (capres) juga terjadi penolakan. Terlihat pemilih Anies Baswedan yang menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali 60,9 persen, kemudian pemilih Ganjar Pranowo yang menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali 77,5 persen, dan pemilih Prabowo Subianto yang menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali ada 67,1 persen.

Terakhir, LSI Denny JA juga meminta pendapat kepada responden yang menyatakan puas dan tidak puas terhadap kinerja pemerintah terkait pilkada melalui DPRD ini. Hasilnya sama, baik responden yang menyatakan puas dan tidak puas terhadap kinerja Prabowo menyatakan tidak setuju dengan pilkada melalui DPRD.

“Jadi baik yang (menyatakan) puas maupun tidak puas mayoritas menolak pilkada lewat DPRD,” pungkasnya. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Menak Sopal ke Kebaya Fatmawati, Yeni Membawa Cerita Trenggalek ke Panggung Nasional

TRENGGALEK – Ada nama Trenggalek yang kini ikut berjalan menuju panggung nasional. Nama itu bukan hanya tertulis di ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Hidup Sehat: Dari Olahraga Kita Bangun Kekuatan Bangsa

SURABAYA — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak anak-anak muda membiasakan hidup sehat ...
KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...