Minggu
18 Oktober 2026 | 1 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Raperda Kawasan Tanpa Rokok, Fraksi PDI Perjuangan Bojonegoro Minta Ada Pertimbangan Sosial dan Ekonomi

IMG-20251025-WA0056_copy_1114x755

BOJONEGORO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Jumat (24/10/2025).

Juru bicara fraksi, Natasya Devianti menyampaikan, pembahasan Raperda KTR sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan UU Kesehatan.

Aturan tersebut secara tegas mengamanatkan agar pemerintah daerah menetapkan kawasan tanpa rokok melalui peraturan daerah.

Namun Fraksi PDI Perjuangan mengingatkan, perihal tantangan baik sosial maupun ekonomi. Sebab Bojonegoro merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur.

Dalam pandangan umumnya, Fraksi memaparkan sejumlah data penting yang menggambarkan kondisi riil terkait konsumsi tembakau di Indonesia dan posisi Bojonegoro sebagai daerah penghasil tembakau.

Pada tahun2023 Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun terdapat sekitar 70 juta perokok aktif, dengan 7,4 persen di antaranya merupakan perokok muda usia 10–18 tahun.

Pendapatan negara dari cukai rokok pada tahun 2023 mencapai Rp 210,29 triliun. Bojonegoro sendiri berkontribusi sebesar Rp 84 miliar dari total cukai tersebut.

Produksi tembakau Bojonegoro mencapai 11.250 ton per tahun, dengan 19 pabrik rokok yang mempekerjakan sekitar 12.500 pekerja, mayoritas perempuan.

Maka dari itu PDI Perjuangan Bojonegoro dengan data tersebut menunjukkan bahwa kebijakan Kawasan Tanpa Rokok bukan hanya isu kesehatan. Juga berdampak langsung pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa kebijakan Kawasan Tanpa Rokok harus dijalankan tanpa menimbulkan kegelisahan sosial dan ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan mengedepankan pendekatan yang dialogis dan inklusif dalam implementasinya.

“Raperda ini harus menjadi instrumen untuk mendorong perubahan perilaku perokok ke arah yang lebih sehat, bukan sekedar pembatasan. Pemerintah juga perlu melibatkan industri rokok, tenaga kerja, dan masyarakat dalam perumusan kebijakan agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Natasya.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya penegakan hukum terhadap rokok ilegal serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari kesehatan, industri, hingga masyarakat.

Dalam pembacaan akhir pandangan Fraksi PDI Perjuangan menyatakan dukungan agar Raperda Kawasan Tanpa Rokok agar pembahasan untuk lebih lanjut untuk berikutnya.

Diharapkan langkah-langkah ini menghasilkan kebijakan yang adil, aplikatif, dan berpihak pada kesehatan masyarakat tanpa mengabaikan aspek ekonomi lokal.

“Pembahasan Raperda agar lebih mendetail yang akhirnya mendapat regulasi yang melahirlan kebijakan kepada masyarakat. Dan tetap menjaga keberlanjutan ekonomi daerah,” pungkas Natasya Devianti.

Raperda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadi salah satu inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membangun lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pandangan Fraksi PDI Perjuangan menunjukkan adanya kesadaran sebuah keseimbangan antara kesehatan publik dengan realitas ekonomi daerah yang saat ini masih  bergantung pada industri tembakau.(dian/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...