Sabtu
13 Juni 2026 | 10 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Metri Bumi, Mas Ipin Ajak Warga Trenggalek Jaga Sumber Air

pdip jatim 250827 metri Bumi 1

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, punya cara khas dalam menjaga kelestarian sumber air di daerahnya. Melalui upacara adat Metri Bumi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu mengajak masyarakat untuk merawat pohon-pohon di sekitar sumber air serta menanam kembali agar debit air tetap terjaga.

Menurut bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu, sumber air adalah penopang kehidupan masyarakat sehingga perlu dijaga bersama.

“Kalau tidak ada bupatinya, asalkan pohon-pohonnya masih banyak, sumber-sumbernya bersih maka masih ada kehidupan,” ujar Mas Ipin saat mengikuti Metri Bumi, Senin (25/8/2025).

Dia berharap tradisi ini dapat menjadi kebiasaan baru yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

“Metri Bumi ini bagian dari upaya kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” tambahnya.

Pada hari yang sama, kegiatan Metri Bumi dilakukan di dua lokasi berbeda. Yakni di Sumber Air Papringan, Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, dan di Sumber Air Panguripan, Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan.

Di Papringan, terdapat tiga pohon besar yang hingga kini masih mengeluarkan air dan dimanfaatkan sekitar 120 kepala keluarga (KK).

Sujatmiko, Camat Bendungan, menuturkan antusiasme warga sangat tinggi mengikuti Metri Bumi.

“Kami apresiasi, ternyata betul-betul dilestarikan. Dengan kegiatan ini masyarakat semakin termotivasi menjaga dan merawat sumber air serta pohon-pohon besar,” ungkapnya.

Warga juga menanam sejumlah pohon, termasuk pohon aren yang menjadi permintaan masyarakat setempat.

“Kami akan verifikasi pohon-pohon mana saja yang di bawahnya terdapat sumber air sehingga bisa dirawat agar tetap lestari,” imbuhnya.

Sementara itu, di Desa Sumberejo, sumber air Panguripan menjadi satu-satunya tumpuan hidup bagi sekitar 136 KK.

Kepala Desa Sumberejo, Didik Hariyanto, menjelaskan sumber ini tidak pernah kering meskipun kemarau panjang.

“Masyarakat menggantungkan hidup dari sini. Bila tidak ada sumber ini, mereka tidak dapat hidup,” katanya.

Kasim (70), warga sekitar, menambahkan sumber air yang dikenal sebagai “Sumber Asli” tersebut dimanfaatkan untuk program Pamsimas.

Dengan iuran Rp 6.500 per bulan, warga bisa menikmati air bersih sekaligus menjaga perawatan jaringan dan lingkungan.

Ia menegaskan pentingnya menjaga pohon-pohon di sekitar sumber air. “Air yang kita minum berasal dari sini, maka perlu kita jaga,” ujarnya.

Lewat kegiatan Metri Bumi, Mas Ipin ingin menghidupkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan pohon yang tetap rimbun dan sumber air yang bersih, kehidupan masyarakat Trenggalek diyakini akan terus terjaga. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Ziarah Bung Karno dan Peresmian Hasil Renovasi Istana Gebang, Banteng Blitar Siapkan Penyambutan Megawati

BLITAR – Menjelang kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke Blitar pada 14-15 Juni 2026, DPC ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Surabaya Siapkan Kader Gen Z Hadapi Era Politik Digital

DPC PDI Perjuangan Surabaya menggelar Pelatihan Komunikasi Politik Kader Gen Z dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...
KABAR CABANG

Pagelaran Wayang “Wahyu Pancasila” Diserbu Ribuan Warga Bumi Bung Karno 

Ribuan warga memadati pagelaran wayang kulit “Wahyu Pancasila” di Kelurahan Kaweron, Talun, Blitar. Guntur Wahono ...