Senin
20 April 2026 | 1 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gelar Metri Bumi, Mas Ipin Ajak Warga Trenggalek Jaga Sumber Air

pdip jatim 250827 metri Bumi 1

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, punya cara khas dalam menjaga kelestarian sumber air di daerahnya. Melalui upacara adat Metri Bumi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu mengajak masyarakat untuk merawat pohon-pohon di sekitar sumber air serta menanam kembali agar debit air tetap terjaga.

Menurut bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu, sumber air adalah penopang kehidupan masyarakat sehingga perlu dijaga bersama.

“Kalau tidak ada bupatinya, asalkan pohon-pohonnya masih banyak, sumber-sumbernya bersih maka masih ada kehidupan,” ujar Mas Ipin saat mengikuti Metri Bumi, Senin (25/8/2025).

Dia berharap tradisi ini dapat menjadi kebiasaan baru yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

“Metri Bumi ini bagian dari upaya kita membawa keselamatan bagi masyarakat Trenggalek,” tambahnya.

Pada hari yang sama, kegiatan Metri Bumi dilakukan di dua lokasi berbeda. Yakni di Sumber Air Papringan, Desa Masaran, Kecamatan Bendungan, dan di Sumber Air Panguripan, Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan.

Di Papringan, terdapat tiga pohon besar yang hingga kini masih mengeluarkan air dan dimanfaatkan sekitar 120 kepala keluarga (KK).

Sujatmiko, Camat Bendungan, menuturkan antusiasme warga sangat tinggi mengikuti Metri Bumi.

“Kami apresiasi, ternyata betul-betul dilestarikan. Dengan kegiatan ini masyarakat semakin termotivasi menjaga dan merawat sumber air serta pohon-pohon besar,” ungkapnya.

Warga juga menanam sejumlah pohon, termasuk pohon aren yang menjadi permintaan masyarakat setempat.

“Kami akan verifikasi pohon-pohon mana saja yang di bawahnya terdapat sumber air sehingga bisa dirawat agar tetap lestari,” imbuhnya.

Sementara itu, di Desa Sumberejo, sumber air Panguripan menjadi satu-satunya tumpuan hidup bagi sekitar 136 KK.

Kepala Desa Sumberejo, Didik Hariyanto, menjelaskan sumber ini tidak pernah kering meskipun kemarau panjang.

“Masyarakat menggantungkan hidup dari sini. Bila tidak ada sumber ini, mereka tidak dapat hidup,” katanya.

Kasim (70), warga sekitar, menambahkan sumber air yang dikenal sebagai “Sumber Asli” tersebut dimanfaatkan untuk program Pamsimas.

Dengan iuran Rp 6.500 per bulan, warga bisa menikmati air bersih sekaligus menjaga perawatan jaringan dan lingkungan.

Ia menegaskan pentingnya menjaga pohon-pohon di sekitar sumber air. “Air yang kita minum berasal dari sini, maka perlu kita jaga,” ujarnya.

Lewat kegiatan Metri Bumi, Mas Ipin ingin menghidupkan kembali kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan pohon yang tetap rimbun dan sumber air yang bersih, kehidupan masyarakat Trenggalek diyakini akan terus terjaga. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dua Legislator Perempuan PDIP Jombang Ini Perkuat Pendidikan Keluarga dan Literasi Digital di Wonosalam

JOMBANG – Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, dan anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, ...
KRONIK

Tinjau Longsor di Pacitan, Diana Sasa Desak Pemerintah Konkret soal Relokasi Permanen

PACITAN – Bencana tanah longsor yang kembali menerjang Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Dengan kejadian yang ...
LEGISLATIF

Warga Dandangan Keluhkan Banjir, Yuzar Rasyid Bergerak Cepat Tinjau Sungai 

Yuzar Rasyid turun langsung meninjau sungai di Kediri merespons banjir musiman, sekaligus meluncurkan program ...
KABAR CABANG

Musancab PDI Perjuangan Ngawi, Gen Z Tempati Posisi-posisi Strategis di PAC

NGAWI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di ...
KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...