JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengatakan pentingnya penguatan sektor pariwisata berbasis budaya, ekonomi kreatif, dan gastronomi dalam membangun destinasi wisata berkelas dunia. Hal itu ia sampaikan usai bertemu dengan Kementerian Pariwisata Pada Senin (4/8/2025).
Novita menyebutkan bahwa Pasar Pon milik Pemkab Trenggalek harus menjadi jantung ekonomi bagi masyarakat. Keberlanjutan lalu lintas ekonomi Pasar Pon adalah tanggung jawab pemerintah daerah.
Dia mendorong pemerintah daerah untuk memetakan kembali arah pembangunan Pasar Pon menjadi destinasi wisata yang menarik bagi seluruh wisatawan yang datang ke Kabupaten Trenggalek.
“Trenggalek punya kekuatan geografis yang berada di kawasan strategis antara destinasi super prioritas Borobudur dan Bromo-Tengger-Semeru. Trenggalek berada di kawasan teluk yang menyebabkan ombak tetap tenang meskipun berada di kawasan pesisir selatan,” ujar Novita, dalam keterangan persnya, Kamis (7/8/2025).
Politisi PDI Perjuangan ini juga menyampaikan bahwa kekayaan geologi dan hayati Trenggalek, mulai dari keberadaan gua terbesar se Asia Tenggara hingga hutan durian seluas kurang lebih 700 hektare yang berpotensi menjadi magnet wisata agro di Provinsi Jawa Timur
Novita Hardini menekankan pentingnya menyiapkan infrastruktur dan pola perjalanan wisata yang sesuai dengan karakteristik pengunjung, baik yang berbasis group tour maupun adventure tourism.
“Trenggalek memiliki Pasar Pon yang bukan hanya menjadi pasar tradisional yang sejauh ini baru menjadi ranahnya Dinas Komidag. Namun, kini saya mengajak pemerintah daerah membedah potensi lainnya dari pengembangan pasar pon, yaitu daya tarik wisata dari Pasar Pon. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah daerah yang terintegrasi dengan pemerintah pusat, maka saya optimis kita bisa membawa kebermanfaatan ekonomi besar bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek.” jelasnya.

Sebagai mitra dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Komisi VII DPR RI, Novita Hardini memastikan dirinya akan terus mendorong kebijakan dan program yang pro terhadap pengembangan destinasi wisata berbasis kreativitas dan kolaboratif lintas sektor.
“Pariwisata bukan sekadar tentang keindahan yang dilihat mata, namun bagaimana menciptakan kenangan, rasa, dan pengalaman. Maka kita harus gali lagi atraksinya, rasanya, produk-produk turunannya,” kata Novita.
“Saya mendorong pemerintah pusat dapat memetakan potensi-potensi wisata baru yang ada di pesisir selatan, khususnya di wilayah mataraman, Jawa Timur,” sambung dia.
Sementara itu Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementrian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa mengapresiasi Pemkab Trenggalek dalam mengelola akomodasi secara profesional.
Menurutnya, hasil pertemuan tersebut segera ditindaklanjuti salah satunya dengan mengidentifikasi sejumlah lokasi strategis yang dapat dikembangkan bersama investor potensial.
“Untuk mendukung hal ini, kami juga akan berkoordinasi dengan Perhutani guna memastikan kelancaran proses perizinan dan pemanfaatan kawasan hutan yang memiliki potensi investasi tinggi.” jelasnya.
Pertemuan itu turut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events), Deputi Bidang Industri dan Investasi serta Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










